PT Musica Studio`s Milik Siapa?

SENGKETA kepemilikan perusahaan rekaman raksasa PT Musica Studio`s memanas. Kabarnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memenangkan Soetoko Kalbudadi yang menggugat PT Musica dan Lanny Djajanegara--ibunda Indrawati Widjaja (Bu Aci) pimpinan studio. Putusan menyebutkan bahwa Musica harus membayar ganti rugi sebesar Rp 164 miliar kepada Soetoko. "Di pengadilan kami menang. Dia (Lanny) dituntut membayar 164 M [Rp 164 miliar]. Setiap harinya Rp 10 juta," kata Soetoko. Namun itu belum...

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Januari 2004, 15:04 WIB
SENGKETA kepemilikan perusahaan rekaman raksasa PT Musica Studio`s memanas. Kabarnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memenangkan Soetoko Kalbudadi yang menggugat PT Musica dan Lanny Djajanegara--ibunda Indrawati Widjaja (Bu Aci) pimpinan studio. Putusan menyebutkan bahwa Musica harus membayar ganti rugi sebesar Rp 164 miliar kepada Soetoko. "Di pengadilan kami menang. Dia (Lanny) dituntut membayar 164 M [Rp 164 miliar]. Setiap harinya Rp 10 juta," kata Soetoko. Namun itu belum berakhir. Sebab, pihak tergugat kontan mengajukan banding. Bagi Soetoko, gugatan ini menjadi akhir dari kerja samanya dengan pengelola studio sejak 1968. Gugatan itu menyebutkan bahwa Soetoko-lah pemilik studio di Jalan Perdatam III yang sekarang menjadi Jalan Pancoran Timur III, Pasar Minggu, Jaksel. Ia mengaku, sejumlah artis senior, seperti Emillia Contessa, Idris Sardi, dan Enteng Tanamal mengetahui dialah pemilik sah. Soetoko marah atas pengakuan Indrawati kalau perusahaan itu warisan ayah ibunya. "Saat itu dia [Indrawati] baru berumur 8-9 tahun. Atas dasar apa dia bilang begitu?" ujar Soetoko, geram. Soetoko boleh jadi benar. Tapi belum tentu Indrawati pun salah. Tanpa bermaksud memenangkan satu pihak, silsilah PT Musica Studio`s sebenarnya cenderung ke arah Indrawati. Konon, Musica berangkat dari perusahaan rekaman bernama PT Warung Tinggi yang didirikan Yamin Widjaja (Amin). Dia adalah ayahanda Indrawati. Dan pada 1968 Warung Tinggi berubah nama menjadi PT Metropolitan Studio, hingga menjadi PT Musica Studio`s pada 1971. Sejak Hoki Amin Cengli--panggilan Amin--meninggal dunia pada 1979, perusahaan lantas dikelola Lanny beserta empat anaknya, termasuk Indrawati. Sejak itulah keluarga Widjaja menguasasi perusahaan rekaman yang telah banyak melahirkan musisi-musisi handal. Nggak runyam, kan?

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya