GARIN Nugroho terus berkarya. Kini, perhatiannya bahkan bukan hanya pada film, tapi sudah merambah wilayah besar kebudayaan, termasuk politik. Kendati begitu, Garin tetap mempunyai jadwal untuk melahirnya sebuah karya alternatif. "Untuk karya-karya alternatif memang dua setengah tahun sekali jadwal saya," aku Garin. Dalam rentang waktu itulah, karya-karya Garin lahir, seperti Cinta Dalam Sepotong Roti, Daun di Atas Bantal, Bulan Tertusuk Ilalang, Puisi Tak Terkuburkan, hingga Aku Ingin Menciummu Sekali Saja. Karya sutradara berbau pendidikan itu acap menghiasi layar lebar dan televisi. Garin yang mulai berkarya sejak usia 17 tahun memang suka tampil beda. Tapi, karya-karyanya memang patut diacungi jempol. "Ada keberagaman, pluralisme dalam tontonan, tujuannya untuk itu," jelas dia. Begitu ya Mas?
Advertisement