"Oneng Bajuri" Meluncurkan Buku

NAMA Rieke Dyah Pitaloka melejit setelah membintangi komedi situasi <i>Bajaj Bajuri</i>. Di sitkom ini, dia berperan sebagai perempuan lugu dan bodoh bernama Oneng. Karena itu, citra Oneng pun melekat di diri Rieke. Padahal, di kehidupan nyata, Rieke memiliki segudang prestasi akademis. Belum lama ini dia meluncurkan buku berjudul <i>Kekerasan Negara, Menular ke Masyarakat</i> di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Buku ini semula adalah tesis yang diajukan untuk meraih gelar dari Program Pa...

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Oktober 2004, 15:07 WIB
NAMA Rieke Dyah Pitaloka melejit setelah membintangi komedi situasi Bajaj Bajuri. Di sitkom ini, dia berperan sebagai perempuan lugu dan bodoh bernama Oneng. Karena itu, citra Oneng pun melekat di diri Rieke. Padahal, di kehidupan nyata, Rieke memiliki segudang prestasi akademis. Belum lama ini dia meluncurkan buku berjudul Kekerasan Negara, Menular ke Masyarakat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Buku ini semula adalah tesis yang diajukan untuk meraih gelar dari Program Pascasarjana Fakultas Filsafat dan Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Rieke menulis buku ini karena keprihatinannya terhadap kekerasan yang merajalela di masyarakat, termasuk pelecehan terhadap perempuan. "Kenapa sih orang kok santai aja melakukan (kekerasan) seperti itu," kata bintang iklan ini, terenyuh. Rieke selama ini juga dikenal sebagai aktivis perempuan. Dia juga aktif di dunia politik sebagai fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa. Sebelumnya, lulusan Sastra Belanda Fakultas Sastra UI ini juga meluncurkan kumpulan puisi bertajuk Renungan Kloset.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya