Liputan6.com, Jakarta Lewat film keduanya, Unbroken, Angelina Jolie membuktikan bahwa keterampilannya sebagai sutradara tak kalah dari sutradara pria.
Coba tonton Unbroken yang kini sedang tayang di bioskop. Dan lupakan sejenak kalau film itu dibuat oleh Jolie, istri Brad Pitt yang merupakan seleb Hollywoood paling tenar sejagat itu. Film epik berlatar Perang Dunia II itu bisa saja dibuat Steven Spielberg, Clint Eastwood, Richard Attenborough, atau bahkan David Lean.
Advertisement
Artinya, dari segi production value, Unbroken yang dihasilkan Jolie sudah sekelas dengan The Bridge of River Kwai-nya David Lean, Gandhi-nya Richard Attenborough, Empire of the Sun-nya Steven Spielberg, ataupun Flags of Our Fathers-nya Clint Eastwood.
Saya ingat ketika pertama kali nonton trailer Unbroken dan membaca bagaimana media AS menanggapi rilis trailer tersebut. Saya mengutip pujian selangit Huffington Post atas trailer Unbroken tersebut:
"Dikatakan Huffington Post, Kamis (10/7/2014), Unbroken punya semua syarat untuk disukai juri-juri Oscar: cerita yang diangkat dari kisah nyata masa lalu, kisah drama peperangan, memiliki nilai inspiratif (tentang bagaimana tetap bertahan hidup sebagai tawanan di tengah kamp tentara Jepang), maupun diangkat dari buku bernilai sastra (berdasar buku yang ditulis Laura Hillenbrand), tata musik megah oleh Alexandre Desplat dan skenario yang ditulis Coen bersaudara (yang menulis ulang draft milik William Nicholson dan Richard LaGravenese)."
Tak lupa juga saya selipkan opini sendiri usai nonton trailer-nya: "… (M)elihat trailernya, filmnya tampak indah—tak kalah dari film-film perang maupun drama kisah masa lalu yang sudah menang Oscar mulai dari Saving Private Ryan sampai The King's Speech."
Media di AS pun punya rasa penasaran yang sama dan menduga Unbroken bakal sehebat film-film yang sudah saya sebut di atas. Filmnya disebut-sebut bakal menggondol banyak nominasi Oscar.