Nasihat Malih untuk Grup Lawak

KISAH grup lawak Tanah Air yang belakangan acap bubar jalan, membuat pelawak Malih terenyuh. &quot;Saya harapkan seluruh seniman atau pelawak yang grupnya bubar, saya sarankan kembali lagi lah. Lebih enak kita rukun dan bersaudara,&quot; kata dia. Di tengah pembicaraannya dengan tim liputan <i>Bibir Plus</i>, Parto yang berada di samping Malih <i>nyeletuk</i>. &quot;Grup Malih, Bolot, dan Ali Nurdin kemana? Bubar ya?&quot; kata Parto. Malih kontan menjawab sembari <I>nyengir</I>: &quot;Amburadul...

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Februari 2003, 20:06 WIB
KISAH grup lawak Tanah Air yang belakangan acap bubar jalan, membuat pelawak Malih terenyuh. "Saya harapkan seluruh seniman atau pelawak yang grupnya bubar, saya sarankan kembali lagi lah. Lebih enak kita rukun dan bersaudara," kata dia. Di tengah pembicaraannya dengan tim liputan Bibir Plus, Parto yang berada di samping Malih nyeletuk. "Grup Malih, Bolot, dan Ali Nurdin kemana? Bubar ya?" kata Parto. Malih kontan menjawab sembari nyengir: "Amburadul." "Kasih komentar, eh grupnya sendiri bubar," kata Parto, ngakak. Tapi, soal solid tidaknya grup kedua pelawak tadi tak membuat mereka tal bisa tampil oke. Uniknya, Malih dan Parto belakangan kerap kebagian jatah peran bencong. Untunglah, meski mengaku tak pernah latihan, Malih mengaku tak punya kesulitan manggung dengan gaya banci. "Kita kayaknya spontanitas aja. Bagaimana trik kita di lokasi," kata Malih. Namun demikian, Malih tak mau berperan sebagai bencong dalam sinetron. "Di sinetron nggak mau. Cuma ngelawak atau di lampu merah aja kayaknya," kata Parto tertawa terbahak-bahak. Dasar!

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya