Profil Tim ISL 2015: Menanti Kejutan "Laskar Joko Tingkir"

Persela musim lalu tak bisa ditebak. Merusak rekor kemenangan Persipura yang ketika itu tampil menjadi juara bertahan.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 14 Februari 2015, 10:06 WIB
Persela Lamongan

Liputan6.com, Lamongan - Persela Lamongan tak bisa ditebak. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu beberapa kali mampu membuat kejutan dalam sejarah Liga Super Indonesia.

Musim 2011/12 misalnya, Persela di luar dugaan finis di posisi 4 besar. Ketika itu, Laskar Joko Tingkir yang diperkuat Gustavo Lopez dan Mario Costas finis di atas tim-tim kuat macam Persija Jakarta, Persib Bandung, Mitra Kukar dan Arema Cronus.

Musim lalu, prestasi Persela juga cukup bagus. Choirul Huda dan kawan-kawan melaju hingga babak 8 besar.  Namun, apa daya, Persela gagal bersaing dengan Persipura Jayapura, Arema Cronus dan Semen Padang. Persela tersungkur di posisi buncit, tanpa pernah menang dari 6 laga.

Untuk musim ini, Persela akan dilatih mantan arsitek Persija Jakarta, Iwan Setiawan. Iwan akan ditemani Didik Ludiyanto yang duduk di kursi asisten. Didik di penghujung musim lalu sempat menjadi caretaker Persela.

Didik juga yang memimpin Persela tampil di turnamen pramusim SCM Cup 2015 dan menembus babak semifinal. Tak hanya itu, Persela juga sukses mengalahkan tim kuat Persipura Jayapura di babak penyisihan grup."Saya melihat, di bawah Didik, Persela menunjukkan progress yang bagus," kata Iwan.

Mengenai kebijakan transfer pemain jelang kompetisi, pelatih yang gemar mengenakan baju koko itu belum mau banyak berkomentar.

"Saya hanya memaksimalkan 23 pemain yang ada. Kami hanya mencari pengganti dua pemain yang pergi, Ahmad Sembiring Usman dan Joko Sasongko," ucap Iwan.

DATA KLUB

Nama Lengkap: Persatuan Sepak Bola Lamongan
Julukan: Laskar Joko Tingkir
Didirikan: 8 April 1967
Stadion: Surajaya (Kapasitas: 15.000)
Pelatih: Iwan Setiawan
Asisten Pelatih: Didik Ludiyanto

Prestasi

1994/95: Divisi II
1995/96: Divisi II
1996/97: Divisi II
1997/98: Kompetisi Terhenti
1998/99: Divisi II
1999/00: Divisi II
2001: Divisi II (Promosi ke Divisi I)
2002: Peringkat ke-3 Grup 2 Divisi I
2003: Promosi ke Divisi Utama
2004: Peringkat ke-12
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
2006: Peringkat ke-6 Wilayah Timur
2007: Peringkat ke-6 Wilayah Barat (promosi ke Liga Super Indonesia)
2008/09: Peringkat ke-6 Liga Super Indonesia
2009/10: Peringkat ke-14 Liga Super Indonesia
2010/11: Peringkat ke-9 Liga Super Indonesia
2011/12: Peringkat ke-4 Liga Super Indonesia
2012/13: Peringkat ke-12 Liga Super Indonesia
2013/14: Babak 8 Besar

Lanjut Baca:

Iwan SetiawanNama Iwan Setiawan tak asing di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Sebelum gabung Persela, Iwan sempat membesut tim ibukota, Persija Jakarta. Bersama Macan Kemayoran, pencapaian Iwan terbilang cukup bagus. Di tengah krisis finansial dan keterbatasan pemain, Iwan mampu menjaga pamor Persija sebagai tim yang disegani. Iwan menangani Persija dari September 2011 hingga Maret 2013. Setelah itu, ia menjadi Direktur Teknik SSB Villa 2000. Menghadapi musim 2015, Persela mencopot pelatih Eduard Tjong yang musim lalu mengantarkan Laskar Joko Tingkir melaju ke babak 8 besar ISL. Selama menjalani pertandingan pra musim di Piala Gubernur Jawa Timur dan Surya Citra Media (SCM) Cup 2015, posisi pelatih diberikan pada caretaker Didik Ludiyanto. Namun, dua pekan jelang kompetisi ISL di mulai, tim yang bermarkas di Stadion Surajaya Lamongan itu menunjuk Iwan. "Jujur, saya tidak banyak melakukan perombakan di dalam Persela. Saya hanya meneruskan apa yang sudah berjalan di Persela," ujar pelatih tambun itu ketika dihubungi Liputan6.com. Dari hasil pengamatan Iwan, Persela tampil cukup menjanjikan di dua turnamen pra musim. Terutama di SCM Cup di mana Choirul Huda dan kawan-kawan sanggup menembus babak semifinal. "Saya melihat, di bawah Didik, Persela menunjukkan progress meningkat," kata Iwan. Iwan pun sadar betul, Persela mampu menjadi tim kambing hitam yang mampu merepotkan para raksasa. Di ISL musim 2014 lalu, Persela menodai rapor kemenangan Persipura. "Jadi jelas, ini bukan tugas mudah bagi saya membawa Persela mempertahankan performa terbaik," ujar Iwan. Resmi menukangi Persela, Iwan akan bekerja sama dengan mantan anak asuhnya di Persija Jakarta, Pedro Javier. Iwan merasa, kehadiran Pedro membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. "Selain itu, saya pernah bersama David Pagbe di Persikabo Bogor. Dua pemain itu membuat saya lebih gampang," ujar Iwan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya