Kapan Mulai Boleh Jalani Program Bayi Tabung?

Ini syarat batas minimal dokter menyarankan jalani program bayi tabung bagi pasangan.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 21 Januari 2015, 07:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta Kala keinginan untuk memiliki anak tak kunjung datang hal ini akan menimbulkan keresahan pasangan. Program bayi tabung bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi hal ini. Namun, sejak kapankah pasangan akan disarankan menjalani program ini?

"Syarat utama dalam menjalani program bayi tabung adalah infertilitas atau ketidaksuburan. Ketidaksuburan ditandai dengan batas minimal belum terjadi kehamilan selama satu tahun dengan berhubungan seksual secara teretur," terang dokter kandungan dari RSIA Bunda Jakarta, dr Ivan R. Sini saat dijumpai usai temu media teknologi terbaru dalam bayi tabung 'Pre-Implantation Genetic Screening' di RS Bunda Jakarta, ditulis Rabu (21/1/2015).

Kadang kala yang menjadi kendala adalah biaya yang dikeluarkan dalam bayi tabung tidak sedikit sekitar 50-60 juta serta keberhasilan masih di angka 45 persen membuat banyak pasangan berpikir ulang menjalani program ini.
Kegagalan biasanya dipengaruhi oleh kelainan kromosom pada embrio.

Namun, kendala ini terus berusaha untuk diatasi. Salah satu caranya dengan Pre-Implantation Genetic Screening. Ini adalah sebuah tes untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada kromosom embrio bagi mereka yang sudah gagal berkali-kali jalani program bayi tabung.

"Dengan PGS, akan meningkatkan keberhasilan program bayi tabung," terang dokter Ivan.

Rencananya usai fase riset Rumah Sakit Bunda Jakarta melalui rantai klinik bayi tabung Morula IVF Indonesia akan menambahkan PGS dalam sebagai alternatif program bayi tabung.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya