Cerita 'Baby Jett' yang Lahir Prematur di Usia 25 Minggu

Sang orang tua pun sangat senang bahwa anak prematur ini kini hidup sehat. Usianya sudah 1 tahun lebih.

oleh Shareva AzahraDiterbitkan 07 Januari 2015, 14:52 WIB
Jett Morris bayi prematur 25 Minggu. (Metro.co.UK)

Liputan6.com, Portsmouth - Seorang dokter memberitahukan berita buruk kepada pasangan Mhairy dan Paul, bahwa buah hati mereka tak harus segera digugurkan demi keselamatan. Sebab air ketubannya sudah pecah pada minggu ke-20.

"Mereka menyebut janin itu tidak layak, aku sangat terpukul," ujar Mhairy dilansir dari Metro.co.UK, Rabu (07/01/2015).

"Saya mengerti dokter harus memberitahu skenario terburuk itu, tapi kami akan memberi kesempatan bagi Jeff," jelas Mhairy.

Mereka tetap bersikeras mempertahankan bayi yang diberinama Jett Morris. 5 Minggu kemudian atau pada usia kehamilan minggu ke-25, Baby Jett lahir prematur dengan bobot 453 gram.

Baby Jett pun terlahir ke dunia, meski dokter memperingatkan buah hati mereka bisa mengalami kerusakan otak dan tak terselamatkan akibat paru-parunya tidak berkembang.

Jett kecil menderita penyakit paru-paru kronis dan penyakit kuning. Ia dirawat sekitar hampir 3 minggu.

Kini Baby Jett sudah berusia 1 tahun lebih. Ia pun tumbuh dengan sehat.

 
 
 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya