Cairan Vagina Kurang Saat Terangsang, Normalkah?

Bagi wanita, keluarnya semacam cairan lubrikasi saat terangsang dengan suami itu normal.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 06 Januari 2015, 11:00 WIB
Jangan monoton lakukan seks hanya pada malam hari, ini waktu-waktu terbaik untuk bercinta. (Foto: www.thetrentonline.com)

Liputan6.com, Jakarta Bagi wanita, keluarnya semacam cairan lubrikasi saat terangsang dengan suami itu normal. Yang harus dikhawatirkan justru bila cairan tersebut keluar sedikit walaupun sudah terangsang.

Begitu disampaikan Psikolog Seksual Zoya Amirin untuk Sexpedia, Liputan6.com, ditulis Senin (5/1/2015). Menurutnya, cairan yang keluar dari organ wanita itu tanda mereka siap menerima penetrasi dari pria. Sehingga kalau hal itu tidak terjadi, maka wanita akan kesakitan dan menandakan ada masalah kesehatan dalam diri Anda.

"Kalau masalahnya biologis, terangsang tapi nggak banyak keluar cairan, coba konsultasikan ke dokter kandungan karena ini relatif tidak normal. Lubrikasi itu tanda seorang wanita siap melakukan hubungan seksual," kata Zoya.

Zoya menerangkan, sekalipun menopause, seorang wanita masih bisa menikmati hubungan seksual walaupun cairan yang keluar sedikit.

"Kalau menopose, wanita bisa melakukan hubungan seksual, meski cairan lebih sedikit tapi dia bisa terapi hormon atau menggunakan cairan untuk memperlancar," katanya.

"Setiap perempuan harus paham tentang tubuhnya dan perubahan apa yang bisa terjadi pada vagina saat bercinta. Ketika sudah terangsang tapi sedikit cairan tanyakan pada ahlinya," tukasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya