Liputan6.com, Jakarta - General Manager Air Trafic Service (ATS) Bandara Soekarno-Hatta Budi Hendro angkat bicara terkait transkrip pembicaraan terakhir antara Air Traffic Control (ATC) dan kokpit pesawat AirAsia QZ8501. Ia memastikan transkrip itu tidak akan pernah dirilis ke publik.
"Untuk transkrip percakapan akan kita serahkan ke KNKT dan akan dianalisa oleh KNKT dan tidak untuk dipublikasikan," sebut Budi di Kantor Kementerin Perhubungan, Jakarta, Jumat (2/1/2015).
Pernyataan dari Budi juga diamini oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustafa. Tidak cuma hal tersebut, ia pun memastikan seluruh masalah mengenai analisa pembicaraan itu adalah kewenangan KNKT.
"Terkait dengan (transkrip pembicaraan) itu adalah domain KNKT dan tak boleh dipublis. Selain KNKT tak mungkin kami merilis percakapan menara pengawas dengan pilot (QZ8501)," papar dia.
Pesawat AirAsia QZ8501 take off dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu 28 Desember 2014 pukul 05.36 WIB menuju Singapura. Namun hilang kontak dan tak kunjung tiba di Singapura.
Upaya pencarian dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan nelayan. Pada hari ketiga pencarian ditemukan serpihan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Jasad penumpang yang jadi korban juga ditemukan di dekat perairan Selat Karimata. (Ado)
Advertisement