Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia baru bisa menembus angka 7 persen pada 2017.
Usai menggelar Rapat Terbatas dengan para Menteri dan pimpinan lembaga yang terkait ekonomi, Jokowi mengungkapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen tidak bisa dicapai dalam waktu dekat mengingat dari segi infrastruktur Indonesia masih tertinggal.
Advertisement
Untuk itu, dia menyerukan kepada seluruh pejabat pemerintahan dan pelaku industri untuk segera mengimplementasikan proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang sudah dicanangkan.
"Kalau kita melihat asal nantinya program-program yang terkait infrastruktur, jalan tol, kereta, waduk segera dimulai awal tahun ini, ini akan memberikan triger pertumbuhan ekonomi yang ada," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (23/12/2014).
Dengan pengerjaan proyek di awal tahun ini nantinya akan mempengaruhi penyerapan anggaran pemerintah untuk tahun 2015 yang ditargetkannya tidak akan lagi menumpuk di akhir tahun.
Adanya kondisi fundamental Indonesia yang akan stabil dan alokasi anggaran yang lebih efektif, Jokowi memastikan hal itu juga akan menjadikan nilai tukar rupiah terhadap dolar lebih stabil, terutama karena faktor dalam negeri.
"Ruang fiskal kita sekarang ini sudah longgar, tapi implementasi setiap kebijakan itu harus segara dimulai. Harus benar-benar dikawal," tegas Jokowi.
Untuk itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku optimis dalam jangka pendek di tahun 2015, target pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,8 persen. (Yas/Nrm)