Aksi Jual Asing Bikin IHSG ke Level 5.026,03

IHSG melemah cukup dalam sebesar 82,40 poin atau 1,61 persen ke level 5.026,03.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Desember 2014, 16:18 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di kisaran 5.150-5.200 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang hari dengan mengikuti pergerakan bursa saham Asia. Aksi jual investor asing terus menekan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (16/12/2014), IHSG melemah cukup dalam sebesar 82,40 poin  atau 1,61 persen ke level 5.026,03. Indeks saham LQ45 turun 1,94 persen ke level 862,08. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah pada awal pekan ini.

Ada sebanyak 262 saham yang melemah sehingga telah menekan IHSG. Sedangkan 67 saham menghijau tapi tak mampu menahan pelemahan IHSG. Adapun 55 saham lainnya diam di tempat. Pada hari ini, IHSG berada di level tertinggi 5.069,26 dan terendah 5.005,27.

Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 345.305 kali dengan volume perdagangan 8,21 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 7,29 triliun. Secara sektoral, delapan sektor saham melemah sedangkan dua sektor menguat.

Sektor yang menguat adalah sektor agri sebesar 0,34 persen, sektor aneka industri yang naik sebesar 0,55 persen. Sedangkan pelemahan tertinggi adalah industri dasar yang melemah 3,12 persen, sektor konstruksi melemah 3,17 persen dan sektor keuangan melemah 2,21 persen.

Aksi jual investor asing cukup besar pada harini. Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1,3 triliun. Sedangkan aksi beli pelaku pasar domestik mencapai Rp 1,2 triliun.

Pada hari ini, saham-saham yang menguat antara lain saham EMTK naik 20 persen ke level Rp 7.200 per saham, saham SMAR mendaki 16,54 persen ke level Rp 7.575, dan saham POLY menguat 16,46 persen ke level Rp 113 per saham.

Pelaku pasar pun merealisasikan keuntungan di sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham itu antara lain saham ASJT turun 22,99 persen ke level Rp 670 per saham, saham LION tergelincir 19,80 persen ke level Rp 8.100 per saham, dan saham INDR melemah 19,93 persen ke level Rp 880 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, pelemahan rupiah yang terjadi pada hari ini membuat pelaku pasar pasar panik. Selain itu, pada hari ini investor asing juga melakukan aksi jual yang cukup besar. Hal tersebut membuat tekanan kepada IHSG cukup dalam.

Satrio menambahkan, sebenarnya IHSG bisa jatuh lebih dalam."tapi setelah ada berita bahwa Bank Indonesia melakukan intervensi, pelemahan IHSG jadi tertahan," jelasnya. (Gdn)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya