Indosiar.com, Jakarta (Selasa : 02/12/2014) Kepolisian Riau akhirnya berhasil menghentikan pelarian Edi Palembang, residivis perampok yang bersama komplotannya menembak mati seorang polisi dari Polsek Senapelan Pekanbaru. Polisi berhasil menembak mati tersangka, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Pepatah " sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan jatuh juga" tampaknya tepat dialamatkan kepada Edi Palembang. Seorang resividis kambuhan tersangka perampok sejumlah toko emas, yang sudah malang melintang di pulau Sumatera.
Advertisement
Puluhan anggota tim Jatanras Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, akhirnya menghentikan pelarian Edi Palembang, yang juga dijuluki si raja tega, Senin dinihari kemarin. Penangkapan Edi Palembang menggegerkan warga di Jalan Sawah Belong di Srenseng Jakarta Barat. Saksi mengatakan, puluhan anggota polisi dari Riau mengepung sebuah rumah yang dikontrak Edi. Menurut Makmun sang pemilik rumah, Edi berusaha melarikan diri melalui atap rumah. Jejak-jejak bekas penggrebekan juga masih tampak, ketika Edi ditembak petugas.
Direktorat Reskrim Umum Polda Riau membenarkan, penyergapan terhadap Edi Palembang. Polisi terpaksa menembak mati Edi yang berusia 38 tahun itu, karena mencoba melawan dengan senjata api. Arief Rahman menambahkan, selain menembak mati Edi, polisi juga meringkus dua teman Edi, yang selama ini berkomplot melakukan perampokan.
Edi Palembang yang bernama lengkap Arkadinata, sebenarnya lahir di Solok Sumatera Barat bukan di Palembang sesuai julukannya. Edi terakhir masuk penjara di Jambi, tapi kabur sebelum menjalani masa hukumannya.
Ketika ditangkap polisi, Edi selalu sesumbar, ia akan merampok lagi. Edi masuk daftar pencarian orang oleh polisi di tiga wilayah, Jambi, Sumatera Barat dan Riau. Bulan lalu saat digrebek, Edi cs menembak anggota Polsek Senapelan Pekanbaru Aipda Harianto Bahari. (Jayadi/Ahmad Dison/Sup)