Kematian Membayangi Mantan Pesepakbola Italia

Sebuah pola menakutkan menghinggapi persepakbolaan Italia. Temuan rasio kematian para mantan pesepakbola Italia dari era 1980an sampai pertengahan 1990an mengernyitkan dahi. Angka mencengangkan serta penyebab kematian masih jadi tanda tanya besar.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Oktober 2008, 08:00 WIB
Sebuah pola mengerikan menghinggapi para mantan pesepakbola Italia. Satu per satu mantan pesepakbola—khususnya dari era 1980an sampai pertengahan 1990an—meninggal dunia. Jumlahnya sangat mencengangkan dan penyakit yang menggerayangi sebelum ajal menjemput menjadi perdebatan.

Seorang hakim di Italia mengangkat isu tersebut dan mengklaim bahwa pola itu terbentuk karena pestisida atau zat kimia berbahaya yang digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Sebanyak 51 mantan pemain profesional maupun amatir meninggal karena penyakit aneh tersebut. Jumlah tersebut enam kali dari angka kematian rata-rata dari keseluruhan populasi. Demikian temuan yang dikemukakan Raffaele Guarinello, hakim dari Turin, yang mempelajari setiap pemain yang bermain di tiga divisi teratas Italia sejak 1960an sampai tahun 2006.

Malam ini (8/12) waktu setempat Roberto Baggio, Ruud Gullit dan Franco Baresi akan ikut ambil bagian dalam pertandingan penggalangan dana untuk Stefano Borgonovo. Mantan striker AC Milan, Fiorentina dan tim nasional Italia berusia 44 tahun itu sekarang terbaring lumpuh dan untuk berbicara saja harus menggunakan alat bantu komputer.

Penyakit lumpuh tiba-tiba yang menggerayangi Borgonovo biasa disebut penyakit Lou Gehrig—mantan pemain baseball Amerika Serikat yang meninggal pada 1941. Penyakit yang menyerang jaringan syaraf  itu pada intinya membuat disfungsi otot hampir keseluruhan tubuh. Saking gelisahnya, “Saya seperti berharap ditemukan penisilin versi 2008,” gumam Borgonovo yang mencetak gol penentu keberhasilan Milan menembus final European Cup (sekarang Liga Champions) 1990.

Di Turin, para penyidik mengidentifikasi bahwa menyundul bola seperti juga doping, termasuk di dalamnya obat penghilang rasa nyeri, sebagai salah satu pemicu berbagai penyakit aneh yang menghinggapi para pemain di dekade 1980 samapai 1990an. Tapi Guariniello berpendapat lain. Menurutnya, penyubur rumput lapangan juga termasuk sebagai pemicu.

“Kami mewawancarai para juru pelihara lapangan (groundsman) dan menganalisa kandungan berbagai bahan kimia yang mereka gunakan. Kamungkinan adanya hubungan berbagai penyakit aneh yang diderita dengan kebiasaan dalam memelihara lapangan,” papar Guariniello sebagaimana dilansir The Guardian. Penelitian itu sendiri dipimpin oleh Paolo Zeppillo, mantan dokter Timnas Italia, dan turut didanai oleh Federasi Sepakbola Italia (FIGC).

Di saat penelitian tersebut terus berlangsung para pemain dari satu generasi satu per satu tumbang. Mantan bintang Genoa, Gianluca Signorini, dan gelandang Como, Adriano Lombardi, merupakan contoh dua mantan pemain yang meregang nyawa oleh penyakit dengan indikasi serupa dengan apa yang diderita Borgonovo.

“Kami berharap bisa mengetahui apa yang terjadi,” kata Celeste Pin penuh harap sekaligus membuat miris. Pin merupakan mantan rekan setim Borgonovo di Fiorentina. “Penyakit (pola) itu menumbangkan para pemain, yang membuat Anda tidak perlu merasa was-was.” Selain lumpuh, beberapa pemain satu generasi dengan Borgonovo juga terindikasi berbagai macam tumor dan kanker—terutama kanker hati—serta penyakit jantung.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya