Liputan6.com, Lhokseumawe: Pabrik pupuk urea PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mulai beroperasi kembali, baru-baru ini. Dengan begitu, PT PIM bakal mendistribusikan pupuk urea ke empat kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Timur, Aceh utara, Aceh Tengah, dan, Kabupaten Bireun. PT PIM juga memberikan prioritas utama bagi petani Aceh dan Sumatra. Sedangkan ekspor bakal dilakukan bila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.
Menurut juru bicara PT PIM, jatah untuk empat kabupaten tersebut sebanyak 6.000 ton. Sedangkan, total kebutuhan pupuk di Aceh, sebesar 75 ribu ton atau 12 persen dari jumlah produksi PT PIM per tahun. Sedianya, jumlah tersebut cukup buat lahan pertanian dan perkebunan di Aceh yang seluas 920.760 hektare.
Sejauh ini, diperkirakan produksi PT PIM hanya 70 persen dari kapasitasnya. Soalnya, pasokan bahan baku gas ke pabrik belum pulih. PT PIM tak beroperasi sejak 9 Maret silam, menyusul terhentinya pasokan bahan baku gas dari ExxonMobil.(SID/Muhammad Nasier dan Mukatrudin Yakob)
Menurut juru bicara PT PIM, jatah untuk empat kabupaten tersebut sebanyak 6.000 ton. Sedangkan, total kebutuhan pupuk di Aceh, sebesar 75 ribu ton atau 12 persen dari jumlah produksi PT PIM per tahun. Sedianya, jumlah tersebut cukup buat lahan pertanian dan perkebunan di Aceh yang seluas 920.760 hektare.
Sejauh ini, diperkirakan produksi PT PIM hanya 70 persen dari kapasitasnya. Soalnya, pasokan bahan baku gas ke pabrik belum pulih. PT PIM tak beroperasi sejak 9 Maret silam, menyusul terhentinya pasokan bahan baku gas dari ExxonMobil.(SID/Muhammad Nasier dan Mukatrudin Yakob)