5 Penyebab Buruknya Penampilan Arsenal

Arsenal tampil kurang menggigit musim ini. Berikut lima alasannya.

oleh Arie NugrohoDiterbitkan 19 November 2014, 20:00 WIB
Anderlecht vs Arsenal (EMMANUEL DUNAND / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal musim ini terancam kembali gagal meraih tofi Liga Premier Inggris setelah tampil kurang menggigit di awal musim. Saat ini skuat asuhan Arsene Wenger masih berada di peringkat enam klasemen sementara.

Arsenal musim lalu sukses mengakhiri puasa gelar selama sembilan tahun. Pasukan The Gunners menumbangkan Hull City 3-2 di partai pamungkas Piala FA Mei lalu.

Namun, Arsenal tampaknya harus bermimpi lebih lama untuk kembali mengangkat trofi Liga Premier Inggris. Pasukan Meriam London terakhir kali merasakannya pada musim 2003/2004 lalu.

Performa Arsenal di awal musim 2014/2015 terbilang cukup labil. Hingga pekan kesebelas, Mikel Arteta dan kawan-kawan terpaku di posisi keenam dengan 17 angka. The Gunners hanya unggul satu poin dari Manchester United yang berada satu strip dibawahnya.

Arsenal sejauh ini sudah dua kali menelan kekalahan, salah satunya dari seteru sekotanya, Chelsea. Tapi, yang paling mengkhawatirkan adalah banyaknya jumlah hasil imbang yang mereka dapat.

Berikut lima faktor penyebab buruknya penampilan Arsenal musim ini:

 


Buruknya Pembelian Awal Musim

Calum Chambers (GLYN KIRK / AFP)



1. Buruknya Pembelian Awal Musim

Arsenal mendatangkan lima pemain baru pada bursa transfer awal musim ini. Mereka adalah Alexis Sanchez, Mathieu Debuchy, David Ospina, Calum Chambers, dan Danny Welbeck.

Hingga kini baru Alexis Sanchez yang terbukti berhasil menunjukkan performa cemerlang. Pemain berkebangsaan Chili itu mencetak tujuh gol dari sembilan partai di Liga Premier Inggris.

Penampilan Calum Chambers sejauh ini sebenarnya terbilang cukup lumayan. Sayang, pemain bertahan berdarah Inggris itu sering terlambat mundur ketika Meriam London diserang. Contoh nyatanya adalah ketika melawan Chelsea di mana dia sering kalah duel dengan Eden Hazard di sisi kanan lapangan.

 


Penempatan Posisi Pemain yang Dipaksakan

Keenamnya adalah Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, Wayne Rooney, Mesut Ozil, dan Andres Iniesta.


2. Penempatan Posisi Pemain yang Dipaksakan

Ya, tak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab utama buruknya penampilan Arsenal musim ini adalah karena banyaknya pemain yang tak diposisikan di tempat terbaiknya. Hal itu juga tak lepas dari badai cedera yang saat ini melanda Arsenal.

Berbeda dengan pada saat era Thierry Henry. Kala itu, para pemain memiliki tugas yang jelas. Henry bertugas mengobrak-abrik pertahanan lawan dari sisi kanan. Sementara, Patrick Vieira bertugas sebagai gelandang pengangkut air, atau pemutus pertama serangan lawan.

Namun, Arsene Wenger musim ini seperti kehabisan cara untuk mengerahkan kemampuan terbaik para pemainnya. Mesut Ozil adalah salah satu contohnya.

Ozil memiliki kecepatan dan determinasi mumpuni untuk bersaing di Liga Premier Inggris. Tapi, Wenger hingga kini masih enggan menempatkannya di posisi sayap.

Aaron Ramsey adalah contoh lainnya. Musim lalu, Ramsey adalah gelandang tengah lengkap, bagus dalam bertahan dan menyerang. Tapi, musim ini dia hanya bertugas membantu pertahanan saja.

Lanjut Baca:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya