Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola dan musik bagaikan mata koin yang tak bisa terpisahkan. Musik biasa dijadikan sebagai media untuk pelepas rasa penat dari rutinitas. Tak jarang juga musik bisa menjadi pembangkit semangat atau sumber motivasi untuk meraih kemenangan.
Alasan kedua mungkin sangat sesuai bagi para pesepak bola. Tak ayal, banyak pemain bintang yang memilih menyendiri dan mendengarkan musik kegemarannya beberapa saat sebelum memulai pertandingan.
Sebagai contoh, Wayne Rooney sempat memposting play list lagu pembakar semangatnya saat memperkuat Inggris di Piala Dunia 2014 lalu. Sayang, Roo gagal membawa Tiga Singa tampil bersinar di Brasil.
Beberapa pesepak bola juga dikenal sebagai musisi jempolan. Penjaga gawang Chelsea, Petr Cech, dikenal sebagai penabuh drum yang cukup lihai. Beberapa waktu lalu Cech memosting videonya memainkan lagu Foo Fighter berjudul Walk di You Tube.
Berikut lima pemain yang hobi mendengarkan musik beraliran Metal:
Advertisement
Marcus Hahnemann
1. Marcus Hahnemann
Mantan penjaga gawang Everton yang kini memperkuat klub Seattle Sounders FC itu memang sejak lama menyukai musik beraliran metal. Baginya, semakin keras aliran musik tersebut semakin bagus.
Penjaga gawang yang kini sudah menginjak usia 42 tahun itu mengaku menyukai band seperti Slipknot, Mastodon, Five Finger Death Punch, dan Machine Head. Hahnemann juga pernah tampil bersama Band Tenacious D di Reading pada 2010 silam.
"Saya selalu kesulitan ketika ingin mendengarkan lagu di ruang ganti pemain. Untungnya, headphone telah ditemukan. Jadi saya bisa menatap pertandingan dengan semangat dan tak merasa mengantuk," aku Hahnemann.
"Pada Piala Dunia di Jerman, saya berkesempatan bertemu para personil Tool, yang merupakan salah satu band favorit saya. Saya dan Kaye Keller pergi ke backstage saat mereka manggung dan nongkrong bareng bassist mereka, Chancellor," ia menambahkan.
David De Gea
2. David De Gea
De Gea kerap mendapatkan kritikan sejak diboyong Manchester United dari Atletico Madrid pada 27 Juni 2011 lalu. Alasannya, De Gea sering tampil inkonsisten, gemilang saat menghadapi tim besar tapi sering melakukan blunder ketika bersua tim gurem.
Boleh jadi, sikap meledak-ledak dan inkonsistensi penampilannya di lapangan hijau disebabkan kegemarannya mendengarkan musik beraliran Metal. Heavy Metal menjadi genre yang sangat disukai De Gea.
"Saya suka band-band beraliran Heavy Metal seperti Avenged Sevenfold dan Metallica. Ketika saya memutarnya di ruang ganti, semua pemain mengeluh. Mereka semua lebih banyak menyukai Hip-Hop," tutur De Gea.
"Saya juga menyukai The Stone Roses. Suatu ketika, lagu mereka yang berjudul This Is The One diputar di Old Trafford. Lagu itu membuat saya sangat bersemangat," De Gea melanjutkan.
Saat pertama kali tiba di Manchester, De Gea langsung berurusan dengan polisi usai ketahuan mengutil donat. Mungkin, sikap urakannya itu tak lepas dari kegemarannya akan musik Metal.