Nasib ‘sial’ menimpa mantan bek Livorno, David Balleri. Defender gaek berusia 39 tahun ini menjadi terdakwa tunggal alias satu-satunya dalam kasus calciopoli antara Amaranto dan Atalanta yang diputuskan Ketua Komite Disiplin Sergio Artico.
Sebelumnya jaksa federal, Stefano Palazzo menuntut semua pihak yang dianggap punya andil dalam skandal tersebut. Balleri (dan Gianpaolo Bellini) dituntut hukuman tidak boleh merumput selama tiga setengah tahun, sedangkan kedua klub dituntut memulai kompetisi musim depan dengan penalti (potongan) enam poin (Baca: Hadapi Tuntutan Jaksa, Livorno dan Atalanta Tak Gentar).
Namun, ya itu tadi, Komite memutuskan hanya Balleri yang pantas dihukum. Kedua klub lolos dari dakwaan, begitupun keempat pemain lain yang sebelumnya dianggap terlibat dalam kasus ini.
Sebenarnya Balleri boleh dikatakan cukup beruntung. Sebab masa hukumannya sudah mengalami pemotongan (diskon) yang cukup banyak. Dari awalnya hukuman tiga setengah tahun atau 42 bulan, menjadi hanya empat bulan larangan bermain plus denda sebesar 20.000 pound (Rp 365 juta).
“Sudah jelas bahwa terdapat keinginan yang kuat pada diri pemain Livorno (Balleri) untuk mencoba dan menghindari degradasi dengan memanfaatkan lengahnya para pemain Atalanta yang telah aman (dari ancaman degradasi),” demikian pernyataan Artico seperti dilansir Football Italia.
Ia meneruskan: “(Memang) Tidak terdapat bukti yang meyakinkan pada perjanjian antara kedua kapten (Balleri dan Belleni). Namun Balleri berlaku ilegal dengan berusaha mencapai kesepakatan.”
Balleri yang kini telah pindah ke klub Serie C2, Como, dan berharap ia dapat memulai musim 2008/09 dengan klub barunya tersebut keberatan dengan hukuman tersebut, dan berniat mengajukan banding. “Saya akan mengajukan banding, sebab saya tidak menerima (keputusan) ini,” tandas Balleri.
Sebelumnya jaksa federal, Stefano Palazzo menuntut semua pihak yang dianggap punya andil dalam skandal tersebut. Balleri (dan Gianpaolo Bellini) dituntut hukuman tidak boleh merumput selama tiga setengah tahun, sedangkan kedua klub dituntut memulai kompetisi musim depan dengan penalti (potongan) enam poin (Baca: Hadapi Tuntutan Jaksa, Livorno dan Atalanta Tak Gentar).
Namun, ya itu tadi, Komite memutuskan hanya Balleri yang pantas dihukum. Kedua klub lolos dari dakwaan, begitupun keempat pemain lain yang sebelumnya dianggap terlibat dalam kasus ini.
Sebenarnya Balleri boleh dikatakan cukup beruntung. Sebab masa hukumannya sudah mengalami pemotongan (diskon) yang cukup banyak. Dari awalnya hukuman tiga setengah tahun atau 42 bulan, menjadi hanya empat bulan larangan bermain plus denda sebesar 20.000 pound (Rp 365 juta).
“Sudah jelas bahwa terdapat keinginan yang kuat pada diri pemain Livorno (Balleri) untuk mencoba dan menghindari degradasi dengan memanfaatkan lengahnya para pemain Atalanta yang telah aman (dari ancaman degradasi),” demikian pernyataan Artico seperti dilansir Football Italia.
Ia meneruskan: “(Memang) Tidak terdapat bukti yang meyakinkan pada perjanjian antara kedua kapten (Balleri dan Belleni). Namun Balleri berlaku ilegal dengan berusaha mencapai kesepakatan.”
Balleri yang kini telah pindah ke klub Serie C2, Como, dan berharap ia dapat memulai musim 2008/09 dengan klub barunya tersebut keberatan dengan hukuman tersebut, dan berniat mengajukan banding. “Saya akan mengajukan banding, sebab saya tidak menerima (keputusan) ini,” tandas Balleri.