Liputan6.com, Jenewa Siapa yang tidak kenal Maher Zain, penyanyi Swedia keturunan Libanon? Berbekal lagu-lagu rohani Islam miliknya, ia mampu menghipnotis banyak pecinta musik dunia. Belakangan, Zain merilis sebuah lagu yang didedikasikannya untuk Nansen Refugee Award Ceremony (Penghargaan Pengungsi Nansen).
Kepedulian Maher Zain terhadap penghargaan bentukan UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Para Pengungsi) yang ditujukan untuk seluruh organisasi pembela kemanusiaan itu, diekspresikannya dengan lagu bertajuk One Day. Irama lembut nan sendu menghiasi setiap bait dan liriknya.
Lagu One Day memang sengaja ditulis Zain untuk menghormati para pengungsi di seluruh dunia. Bahkan, ia menyanyikannya secara eksklusif dalam Upacara Penghargaan Pengungsi Nansen di Jenewa, Swiss yang sudah memasuki tahun ke-60.
Maher Zain sendiri dianggap sebagai salah satu tokoh publik yang mendukung UNHCR. Baru-baru ini, ia melakukan perjalanan ke Lebanon untuk menyaksikan kerja dari tangan pertama UNHCR dengan para pengungsi Suriah.
Diketahui, upacara dibuka oleh Rodrigo dan Gabriela, para pemain gitar Meksiko yang diakui kehebatannya di dunia internasional. Rokia Traore, penulis lagu dari Mali yang juga diakui di dunia internasional pun turut menyumbangkan lagunya di malam itu.
Organisasi yang meraih penghargaan kemanusiaan dari UNHCR pada 2014 ini adalah Butterflies with New Wings Building a Future asal Kolombia. Mereka bekerja sebagai relawan tanpa menerima upah apapun, namun bersedia mengorbankan segalanya untuk menegakkan hak asasi perempuan serta menyelamatkan anak-anak yang tersiksa.
Advertisement
Organisasi ini diwakili oleh 3 orang perempuan, yaitu Gloria Amparo, Maritza Asprilla Cruz, dan Mery Medina. Usaha mereka juga diakui dalam membantu lebih dari 1000 korban pemindahan secara paksa, kekerasan, dan penganiayaan terhadap perempuan, remaja, dan anak kecil, terutama kekerasan seksual terhadap perempuan.
Setelah dianugerahi Penghargaan Pengungsi Nansen, Butterflies with New Wings Building a Future mendapatkan hadiah sebesar USD 100.000 (Rp 1,2 miliar). Mereka pun berharap mampu membangun sebuah rumah yang aman untuk orang-orang yang sangat membutuhkan.