Spekulasi di mana Ronaldinho bermain musim depan terus menggelinding tajam. Tidak hanya satu tapi dua klub saling bersaing keras. Manchester City, Senin, 14 Juli, diyakini menawarkan transfer dan kontrak personal menggiurkan (Baca: The Citizens Kembali Rayu Ronaldinho) yang diramalkan bakal sulit ditolak Barcelona dan Ronaldinho.
Benar saja, Barca menerima tawaran 32 juta euro (Rp 582,4 miliar), penyesuaian fee yang disepakati bersama City terhadap peraih dua kali Pemain Terbaik Dunia versi FIFA itu. Pengumuman itu dikonfirmasi langsung oleh Presiden Barca, Joan Laporta.
Di satu sisi Ronaldinho, 28 tahun, menjadi target AC Milan. Persaingan antara City dan Milan kian meruncing. Bintang asal Brasil itu diyakini lebih berhasrat bermain bersama Kaka dkk. Tapi, masalahnya Milan kebentur fee yang hanya menyanggupi 15 juta euro. Itu pula yang membuat Barca sulit membuka pintu bagi Rossoneri.
Yang pasti, Laporta sudah mengucapkan salam perpisahan kepada Ronaldinho. Kepada Catalunya Radio, Laporta mengatakan: “Ronaldinho akan meninggalkan klub (Barcelona) dengan bangga. Klub berusaha mengambil kebijakan tertinggi dalam memutuskan pilihan, sama seperti ketika Barcelona memutuskan apakah ia harus hengkang atau tidak.”
Laporta mengumumkan menerima tawaran dari City yang didukung oleh mantan perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Namun ia menampik untuk memastikan kalau City merupakan klub persinggahan berikut Ronaldinho. Ia menambahkan kalau negosiasi mengenai Ronaldinho masih harus menunggu sampai akhir pekan.
Seorang sumber kepada Daily Mail berkata: “Mereka menolak tawaran Milan yang kelewat rendah. Anda—juga Barca—sewajarnya menghargai keberanian dan keuletan mereka (City). Harapan mereka untuk memperoleh Ronaldinho seakan tidak pernah padam.” Sumber itu juga menambahkan kalau City mendapat suntikan uang dari Nike—perusahaan perlengkapan olahraga yang mengikat kontrak personal dengan Ronaldinho.
Tapi dari Italia tersiar kabar sebaliknya. Hari ini La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa Barca, Milan dan Ronaldinho, yang mencetak 70 gol dari 145 penampilan untuk Los Blaugrana, akan bertemu di Barcelona untuk menyepakati kedatangannya di San Siro. Menurut salah satu harian olahraga paling berpengaruh di Italia itu, pembahasan soal Ronaldinho sudah berlangsung sejak hari Minggu lalu.
Ronaldinho yang menghabiskan masa liburan di kampung halamannya, Porto Alegre, Brasil, diminta terbang ke Spanyol—bersama agen sekaligus kakaknya, Roberto de Assis—untuk melakukan pembicaraan dengan pengurus Barca dan Milan. Ronaldinho dijadwalkan bertemu dengan Txiki Begiristain, Sporting Director Barca, dan Adriano Galliani, General Manager Milan.
“Kami berharap Ronaldinho atau agennya akan tiba Senin ini untuk melakukan pembicaraan,” kata juru bicara Barca kepada AFP. Tapi jubir Barca itu mengisyaratkan tidak memasang target kapan tepatnya pertemuan akan berlangsung.
Ernesto Bronzetti, konsultan transfer Milan, berkeyakinan Milan bakal menggaet Ronaldinho sebelum latihan pramusim dimulai pada Rabu, 16 Juli. “Saya berbicara dengan Ronaldinho ketika ia terbang ke Barcelona dan mengatakan kepada saya bahwa dia ingin bermain untuk Milan,” klaim Bronzetti. Masalahnya proposal kontrak City lebih besar gajinya dibanding apa yang disodorkan Milan. Jadi, pilih mana Dinho?
Benar saja, Barca menerima tawaran 32 juta euro (Rp 582,4 miliar), penyesuaian fee yang disepakati bersama City terhadap peraih dua kali Pemain Terbaik Dunia versi FIFA itu. Pengumuman itu dikonfirmasi langsung oleh Presiden Barca, Joan Laporta.
Di satu sisi Ronaldinho, 28 tahun, menjadi target AC Milan. Persaingan antara City dan Milan kian meruncing. Bintang asal Brasil itu diyakini lebih berhasrat bermain bersama Kaka dkk. Tapi, masalahnya Milan kebentur fee yang hanya menyanggupi 15 juta euro. Itu pula yang membuat Barca sulit membuka pintu bagi Rossoneri.
Yang pasti, Laporta sudah mengucapkan salam perpisahan kepada Ronaldinho. Kepada Catalunya Radio, Laporta mengatakan: “Ronaldinho akan meninggalkan klub (Barcelona) dengan bangga. Klub berusaha mengambil kebijakan tertinggi dalam memutuskan pilihan, sama seperti ketika Barcelona memutuskan apakah ia harus hengkang atau tidak.”
Laporta mengumumkan menerima tawaran dari City yang didukung oleh mantan perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Namun ia menampik untuk memastikan kalau City merupakan klub persinggahan berikut Ronaldinho. Ia menambahkan kalau negosiasi mengenai Ronaldinho masih harus menunggu sampai akhir pekan.
Seorang sumber kepada Daily Mail berkata: “Mereka menolak tawaran Milan yang kelewat rendah. Anda—juga Barca—sewajarnya menghargai keberanian dan keuletan mereka (City). Harapan mereka untuk memperoleh Ronaldinho seakan tidak pernah padam.” Sumber itu juga menambahkan kalau City mendapat suntikan uang dari Nike—perusahaan perlengkapan olahraga yang mengikat kontrak personal dengan Ronaldinho.
Tapi dari Italia tersiar kabar sebaliknya. Hari ini La Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa Barca, Milan dan Ronaldinho, yang mencetak 70 gol dari 145 penampilan untuk Los Blaugrana, akan bertemu di Barcelona untuk menyepakati kedatangannya di San Siro. Menurut salah satu harian olahraga paling berpengaruh di Italia itu, pembahasan soal Ronaldinho sudah berlangsung sejak hari Minggu lalu.
Ronaldinho yang menghabiskan masa liburan di kampung halamannya, Porto Alegre, Brasil, diminta terbang ke Spanyol—bersama agen sekaligus kakaknya, Roberto de Assis—untuk melakukan pembicaraan dengan pengurus Barca dan Milan. Ronaldinho dijadwalkan bertemu dengan Txiki Begiristain, Sporting Director Barca, dan Adriano Galliani, General Manager Milan.
“Kami berharap Ronaldinho atau agennya akan tiba Senin ini untuk melakukan pembicaraan,” kata juru bicara Barca kepada AFP. Tapi jubir Barca itu mengisyaratkan tidak memasang target kapan tepatnya pertemuan akan berlangsung.
Ernesto Bronzetti, konsultan transfer Milan, berkeyakinan Milan bakal menggaet Ronaldinho sebelum latihan pramusim dimulai pada Rabu, 16 Juli. “Saya berbicara dengan Ronaldinho ketika ia terbang ke Barcelona dan mengatakan kepada saya bahwa dia ingin bermain untuk Milan,” klaim Bronzetti. Masalahnya proposal kontrak City lebih besar gajinya dibanding apa yang disodorkan Milan. Jadi, pilih mana Dinho?