Angkat Jenazah Putrinya, Tangis Ayah Gayatri Pecah

Ayah kandung Gayatri, Dedi Wailissa terlihat tegar melihat putrinya untuk terakhir kali.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 24 Okt 2014, 18:05 WIB
Ayah kandung Gayatri, Dedi Wailissa terlihat tegar melihat putrinya untuk terakhir kali.

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani prosesi pemandian, jenazah Gayatri Wailissa, remaja jenius asal Ambon yang menguasai 14 bahasa dunia dikafani dan diperlihatkan untuk yang terakhir kalinya di hadapan para kerabat dekat dan keluarganya.   

Saat prosesi tersebut berlangsung, ayah kandung Gayatri, Dedi Wailissa terlihat tegar. Walau wajahnya menunjukkan kesedihan, namun tidak tampak air mata yang keluar dari mata Dedi. Setelah menatap wajah anaknya itu, ia pun kemudian mempersilakan keluarga lainnya untuk melihat Gayatri.

"Silahkan kalau mau menyampaikan kata-kata terakhir, bicara saja di dekat telinganya, bisikkan. Silakan," ucap Dedi yang terlihat menunjukkan raut wajah sedih.

Para tamu yang datang juga terlihat sedih. Beberapa ada yang menangis dan mengabadikan jenazah Gayatri melalui kamera di telepon genggam. Para kerabat dan keluarga pun bersama-sama membacakan doa sebelum jenazah dipersiapkan untuk diterbangkan ke Ambon.

Setelah membacakan doa, beberapa petugas di RSPAD kemudian membawa sebuah peti jenazah untuk ditempati jenazah Gayatri. Tiga keluarga, termasuk sang ayah, mengangkat jasad remaja 19 tahun itu ke dalam peti.

‎Saat mengangkat anak gadisnya itu, tangis Dedi pun pecah, kerabat lainnya yang datang turut menangis dan mengantar jasad Gayatri hingga masuk ke dalam ambulans.

Dedi menyampaikan, walau berumur pendek, anaknya itu merupakan kebanggaan keluarga. Ia menganggap Gayatri sang anak ajaib ini adalah karunia yang diberikan Tuhan kepada keluarga besarnya.

"Ketika dia ingin menjadi diplomat, kami semua bangga. Dia harapan kami," kata Dedi sambil menangis. (Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya