Liputan6.com, Solo - Pelantikan Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI disambut penuh suka cita oleh rakyat. Tak terkecuali mereka yang tinggal di daerah. Di kampung halaman Jokowi, tepatnya di pasar tradisional Pasar Gede Harjdonagoro, Solo, Jawa Tengah, para pedagang turut merayakan pelantikan Jokowi.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, seratusan pedagang dan pembeli menonton bersama (nobar) acara pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla yang berlangsung di Gedung MPR, Senin (20/10/2014). Mereka menonton melalui televisi berukuran 21 inchi milik salah satu pedagang buah.
Untuk memeriahkan suasana, para penonton memakai topeng kertas bergambar Jokowi. Saat Jokowi didaulat mengucapkan sumpah Presiden RI, terdengar sambutan riuh pedagang.
Rampung nobar, para pedagang melanjutkan perayaan dengan melakukan iring-iringan becak. Menariknya, para pedagang menjadi penumpang dari becak-becak yang biasa mangkal di Pasar Gede itu. Becak-becak itu pun berjalan beriringan. Sembari membawa poster Jokowi, mereka meneriakkan 'Hidup Jokowi'.
Setelah melewati rute Pasar Gede menuju Gladak dan kembali ke Pasar Gede, para pedagang dan tukang becak kembali masuk ke pasar. Mereka kemudian melanjutkan acara yakni kenduri dan doa bersama. Kenduri yang disiapkan adalah tumpengan nasi dan kenduri buah.
"Cara pertama adalah melakukan doa bersama untuk kesuksesan pelantikan kedua. Setelah doa bersama kami menggelar kenduri nasi putih dan menyediakan gunungan buah. Kenduri nasi putih sebagai simbol keselamatan. Sedangkan gunungan buah jeruk sebagai simbol pengharapan agar masyarakat Indonesia tetap segar, " jelas Jumadi, Ketua Pedagang dan Ketua Paguyuban Pasar Gede.
Dijelaskan Jumadi, rangkaian acara ini sebagai bentuk perayaan sekaligus ungkapan cinta kasih kepada Jokowi. Lantaran Jokowi dinilai bisa mencuri hati masyarakat Indonesia. "Harapan ke depannya, di bawah kepemimpinan Jokowi masyarakat Indonesia lebih sejahtera, makmur dan aman, " ujar Jumadi. (Mut)
Advertisement