Liputan6.com, Jakarta - Menyiapkan dana pensiun kini menjadi kian penting mengingat biaya hidup yang harus ditanggung ternyata tak jauh berbeda dengan saat masih bekerja.
Riset terbaru Aging Asia yang dirilis Manulife Asset Management menemukan, bahwa pensiunan di Indonesia menghadapi tingkat pengeluaran sekitar 94 persen dari masa sebelum pensiun.
Advertisement
Padahal, dengan kondisi tanpa penghasilan, sebagian besar masyarakat Indonesia memprediksi pengeluarannya turun menjadi 68 persen dibandingkan saat masih bekerja.
Tak heran, 77 persen responden survei Manulife mengaku sudah siap secara finansial menghadapi masa pensiun. Itu lantaran tingkat pengeluaran dalam pikirannya jauh lebih rendah dibandingkan fakta yang ditemukan.
Kondisi ini menunjukkan, banyak masyarakat Indonesia yang meremehkan tingkat kebutuhan simpanan untuk menopang pengeluaran di masa pensiun.
President International Asset Management di Manulife Asset Management, Michael Dommermuth mengaku cukup terkejut dengan tingkat pengeluaran yang harus dihadapi masyarakat Indonesia di masa pensiun.
“Penemuan mengejutkan ini membawa kami untuk mempelajari lebih dalam mengenai pola pengeluaran di Jepang sebagai negara tertua di Asia dan Taiwan selaku negara terkaya di Asia," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, seperti dikutip Sabtu (18/10/2014).
Penelitian di Jepang dan Taiwan dilakukan untuk mengetahui potensi yang mungkin terjadi di Indonesia yang tengah menikmati pertumbuhan ekonomi dalam fase relatif cepat.
Laporan tersebut juga menunjukkan pentingnya memastikan seluruh potensi sumber pendapatan di masa pensiun telah dikerahkan dengan efisien, termasuk gaji dan upah, jaminan sosial dari pemerintah, dana pensiun, dukungan keluarga, hingga pendapatan yang berasal dari kekayaan rumah tangga. (Sis/Nrm)