Sejumlah arkeolog mengadakan konferensi pers terkait penemuan lukisan gua di Gedung Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta, (9/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Arkeolog Universitas Griffiths Australia, Maxime Aubert memberikan beberapa keterangan seputar penemuan lukisan di dinding sejumlah gua karst di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jakarta, (9/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Lukisan purba di gua-gua di Maros, Sulawesi Selatan, terbukti berusia lebih dari 40 ribu tahun. Ini berimplikasi mengubah sejarah seni lukis dunia yang selama ini dianggap bermula di Eropa, Jakarta, (9/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah arkeolog mengadakan konferensi pers terkait penemuan lukisan gua di Gedung Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta, (9/10/2014). Diperkirakan lukisan tersebut berusia 40 ribu tahun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah arkeolog menunjukkan beberapa lokasi ditemukannya lukisan gua yang ada di Maros, Sulsel, saat konferensi pers di Gedung Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta, (9/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah arkeolog menunjukkan beberapa lokasi ditemukannya lukisan gua yang ada di Maros, Sulsel, saat konferensi pers di Gedung Pusat Arkeologi Nasional, (9/10/2014). Diperkirakan lukisan tersebut berusia 40 ribu tahun. (Liputan6.com/Faizal Fanani
Liputan6.com, Jakarta Sejumlah arkeolog mengadakan jumpa pers terkait penemuan lukisan gua di Pusat Arkeologi Nasional, (9/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Advertisement