Dalam dua kali final day berikutnya, Ferguson sukses meraih gelar. Pada musim 1995-96, kemenangan di kandang Middlesbrough membuat MU meraih gelar ketiganya menyingkirkan Newcastle United. Dan tiga tahun kemudian, 1998-99, MU menutup peluang Arsenal setelah melibas Tottenham Hotspur di Old Trafford.
Kini, final day kembali terulang. Normal jika para pemain MU dan Chelsea begitu cemas dan, mungkin gugup, menjelang pertandingan terakhir di musim ini. Tapi, tidak begitu halnya dengan gelandang Owen Hargreaves. Pemain yang diboyong Ferguson dari Bayern Muenchen di bursa transfer musim lalu itu pernah mengalami memori atau kenangan manis saat menghadapi final day.
Ceritanya bermula ketika Hargreaves masih membela FC Hollywood. Di laga pamungkas Bundesliga musim 2000-01 menghadapi SV Hamburg di Volksparkstadion—kini berganti nama menjadi HSH Nordbank Arena—Muenchen wajib meraih satu poin untuk meraih titel juara sekaligus menutup peluang rival terdekat, Schalke 04, yang unggul selisih gol.
Di Gelsenkirchen, kandangnya Schalke 04, tuan rumah berhasil memetik tiga poin hasil kemenangan spektakuler 5-3 atas Unterhaching. Alhasil, poin Schalke berjumlah 62 poin, sama dengan jumlah pundi-pundi Muenchen. Dengan selisih gol yang lebih baik, Schalke bakal jadi juara jika Muenchen tergelincir di Hamburg.
Harapan itu nyaris menjadi kenyataan setelah di menit pertama injury time Hamburg unggul 1-0 lewat gol sundulan Sergej Barbarez. Namun, beberapa saat kemudian terjadi insiden yang bakal dikenang sepanjang sejarah Bundesliga. Wasit Markus Merk memberikan hadiah tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti Hamburg karena pelanggaran yang dilakukan kiper Mathias Sobber, menerima bola back-pass rekannya dengan tangan.
Lewat tendangan bebas tak langsung itulah Muenc