Memori 2001 Bangkitkan Optimisme Hargreaves

Normal jika para pemain MU dan Chelsea harap-harap cemas jelang partai pamungkas yang menentukan peluang kedua tim meraih gelar premiership. Tapi, tidak begitu dengan Owen Hargreaves yang punya memori manis bersama Bayern Muenchen di musim 2000-01.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Mei 2008, 14:40 WIB
Manchester United's English midfielder Owen Hargreaves celebrates scoring against Arsenal during their English Premier League football match at Old Trafford in Manchester, on April 13, 2008. AFP PHOTO/PAUL ELLIS
Sepanjang menukangi Manchester United, tiga kali Sir Alex Ferguson menghadapi hari penentuan (final day) di hari terakhir kompetisi. Yang pertama, ketika MU hanya mampu bermain imbang dengan West Ham United di musim 1994-95. Alhasil, Blackburn Rovers yang tampil sebagai kampiun.

Dalam dua kali final day berikutnya, Ferguson sukses meraih gelar. Pada musim 1995-96, kemenangan di kandang Middlesbrough membuat MU meraih gelar ketiganya menyingkirkan Newcastle United. Dan tiga tahun kemudian, 1998-99, MU menutup peluang Arsenal setelah melibas Tottenham Hotspur di Old Trafford.

Kini, final day kembali terulang. Normal jika para pemain MU dan Chelsea begitu cemas dan, mungkin gugup, menjelang pertandingan terakhir di musim ini. Tapi, tidak begitu halnya dengan gelandang Owen Hargreaves. Pemain yang diboyong Ferguson dari Bayern Muenchen di bursa transfer musim lalu itu pernah mengalami memori atau kenangan manis saat menghadapi final day.

Ceritanya bermula ketika Hargreaves masih membela FC Hollywood. Di laga pamungkas Bundesliga musim 2000-01 menghadapi SV Hamburg di Volksparkstadion—kini berganti nama menjadi HSH Nordbank Arena—Muenchen wajib meraih satu poin untuk meraih titel juara sekaligus menutup peluang rival terdekat, Schalke 04, yang unggul selisih gol.

Di Gelsenkirchen, kandangnya Schalke 04, tuan rumah berhasil memetik tiga poin hasil kemenangan spektakuler 5-3 atas Unterhaching. Alhasil, poin Schalke berjumlah 62 poin, sama dengan jumlah pundi-pundi Muenchen. Dengan selisih gol yang lebih baik, Schalke bakal jadi juara jika Muenchen tergelincir di Hamburg.

Harapan itu nyaris menjadi kenyataan setelah di menit pertama injury time Hamburg unggul 1-0 lewat gol sundulan Sergej Barbarez. Namun, beberapa saat kemudian terjadi insiden yang bakal dikenang sepanjang sejarah Bundesliga. Wasit Markus Merk memberikan hadiah tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti Hamburg karena pelanggaran yang dilakukan kiper Mathias Sobber, menerima bola back-pass rekannya dengan tangan.

Lewat tendangan bebas tak langsung itulah Muenc
Lanjut Baca:

hen menyamakan kedudukan lewat tendangan Patrik Andersson—gol satu-satunya yang dicetak Andersson bagi Muenchen. Alhasil, Muenchen mendapat tambahan satu poin. Artinya, Muenchen dengan jumlah 63 poin tampil sebagai jawara. “Kami berhasil meraih double winners dengan mencetak gol di menit ke-93 injury time saat laga lawan Hamburg dan tiga hari kemudian kami memenangi gelar Liga Champions lewat adu penalti (lawan Valencia). Jadi, jika kini kami menghadapinya, saya tenang-tenang saja. Sebab, saya pernah mengalaminya,” tegas Hargreaves seperti yang dikutip Daily Telegraph. Menurut Hargreaves, kunci sukses memetik tiga poin alias kemenangan—hal yang wajib diraih MU saat bertandang ke JJB stadium, markasnya Wigan Athletic, Minggu lusa—adalah berupaya tampil dengan kepala dingin. “Bagaimana caranya? Ya, simpel saja. Bermain seperti biasa yang kami tampilkan. Saya pikir, kami tidak butuh perubahan apapun. Musim ini tampilan kami terbilang sangat baik. Itulah sebabnya kami berada di puncak klasemen,” terang Hargreaves penuh percaya diri. Bicara tentang gol-gol yang sangat menentukan—tercipta di saat pertandingan mau berakhir—di sepanjang musim ini tukang gedor asuhan Ferguson telah menunjukkan kemampuannya. Dua gol yang dicetak Carlos Tevez di menit ke-88 saat bertandang ke markas Blackburn, (19 April 2008) dan injury time ketika mengunjungi Tottenham Hotspur (2 Februari 2008)  membawa pulang satu poin yang sangat berharga bagi MU.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya