Bagaikan Minyak dan Air, KIH Sulit Bersatu dengan KMP

Keinginan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengajak beberapa partai di Koalisi Merah Putih (KMP) berkoalisi akan sulit terjadi.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 06 Oktober 2014, 15:25 WIB
Prabowo Subianto bersama pimpinan partai-partai Koalisi Merah Putih. (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Keinginan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengajak beberapa partai di Koalisi Merah Putih (KMP) berkoalisi akan sulit terjadi. Bagaikan minyak dan air.

"Tidak perlu melibatkan KMP, bahwa 10 tahun terakhir, partai-partai dalam KMP sudah diberikan kesempatan membangun negeri tapi masih gagal. Tentu jika niat untuk bersatu, jelas seperti minyak dan air," jelas Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Menurutnya, tanpa bergabungnya parpol di Koalisi Merah Putih dapat dijadikan Jokowi sebagai pembuktian bahwa dia presiden yang antimafia hukum.

"Harusnya momentum seperti ini ditunjukan oleh Jokowi-JK untuk memperlihatkan komitmennya dalam membangun bangsa, bukan ikut ke dalam pusaran," tegas dia.

Dani menegaskan, jika Jokowi terjebak dalam pusaran KMP, itu tentunya akan mencederai konstitusi. "Intinya Jokowi jangan takut dan jangan mau ikut KMP. Jika masih terjebak itu sama saja mengkhianati konstitusi Pancasila," pungkas Dani.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya