Keane Tak Terhibur dengan Tindakan Hackett

Ketua Komisi Wasit, Keith Hackett, meminta maaf atas keteledoran para wasit saat menjadi pengadil di laga yang dilalui Sunderland. Menyikapinya, manajer The Black Cats, Roy Keane, yang kelewat kesal, mengaku sama sekali tak terhibur dengan upaya Hackett.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 April 2008, 15:01 WIB
Meski bertengger di posisi yang relatif aman, urutan ke-14 dengan jumlah 36 poin atau terpaut tujuh (7) angka dari zona degradasi, Sunderland belum dapat memastikan diri bertahan di premiership musim depan. Pasalnya, masih ada peluang tim-tim lain mendulang poin sebanyak mungkin dari empat laga yang tersisa. Bisa jadi, saat ini manajer Roy Keane dapat bernafas lega dengan posisi timnya andaikata dalam sejumlah pertandingan The Black Cats tidak dirugikan wasit. Jika itu terjadi, Sunderland tidak kehilangan poin yang sangat berharga.

Misalnya, dalam laga terakhir yang digelar di Stadium of Light, Sabtu, 12 April lalu. Ketika itu, Kenwyne Jones dkk menjamu Manchester City. Tiga menit sebelum bubaran ketika skor masih imbang 1-1, wasit yang memimpin pertandingan, Mike Riley, membuat blunder dengan menganggap bek Sunderland, Nyron Nosworthy, melakukan pelanggaran terhadap striker cadangan The Citizens, Daniel Sturridge di kotak 16 meter. Eksekusi Elano Blumer mulus. Sunderland pun kalah 1-2 dan kehilangan satu poin.

Menurut Keane, di sepanjang musim ini berkali-kali wasit membuat keputusan yang sangat merugikan timnya. Selain saat laga menjamu pasukan Sven-Goran Eriksson, ada tiga pertandingan lagi yang tercatat timbul insiden yang pantas membuat Keane kesal. Yaitu, laga versus Aston Villa, 15 Desember 2007, ketika wasit Steve Bennett menganulir gol sundulan Danny Collins di injury time. Alhasil, Sunderland harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Lalu, sepekan kemudian, di laga lawan Reading di Madejski Stadium, wasit Steve Tanner setelah berkonsultasi dengan hakim garis Steve Rubery, mengklaim tendangan gelandang The Royals, Stephen Hunt telah melewati garis gawang meskipun sempat dihalau kiper Sunderland, Craig Gordon. Hasilnya, Sunderland kembali kalah 1-2.

Pun begitu pula dengan keputusan hakim garis, asisten Riley, mengibarkan bendera pertanda terjadinya off-side ketika striker Sunderland, Michael Chopra berhasil menjebol gawang Derby yang dikawal Roy Caroll, 1 Maret l
Lanjut Baca:

alu. Keane harus puas dengan raihan satu poin hasil imbang tanpa gol. Karena itu, Keane terkesan cuek saat menerima telepon dari Keith Hackett, Ketua Komisi Wasit atau Professional Game Match Officials Board (PGMOB). Pada kesempatan itu, Hackett meminta maaf kepada Keane atas keteledoran yang dilakukan sejumlah wasit saat memimpin laga Sunderland. “Di sepanjang musimi ini, kira-kira terdapat tujuh atau delapan putusan wasit yang benar-benar keliru dan merugikan kami. Saking kelirunya, itu (putusan) masih terekam jelas dalam benak kami,” tegas Keane seperti yang dikutip Daily Telegraph. “Saya ditelepon Keith Hackett yang meminta maaf atas insiden tersebut. Tapi, itu tidak menghibur (tidak ada gunanya). Saya tak tahu darimana ia tahu nomor telepon saya. Memang, kami berbicara banyak hal. Tapi, tetap saja itu tidak membantu kami,” aku Keane, 36 tahun. Lagipula, tambah Keane, “Itu (langkah Hackett) juga tidak ada artinya di mata para fans klub. “ Keane sangat yakin jika upaya yang dilakukan Hackett dipicu atas blunder Riley. “Hadiah penalti di pekan lalu (vs Man City) benar-benar tidak layak untuk dijatuhkan kepada kami. Tidak ada alasan logis bagi wasit (Riley) untuk memberi mereka (Man City) penalti. Justru, pemain mereka (Sturridge) harusnya diganjar kartu kuning dan kami mendapat tendangan bebas,” ujar Keane kesal. Keane mengaku bakal maklum jika kesalahan wasit hanya sesekali terjadi. “Saya ingatkan Keith (Hackett) tentang fakta itu. Kami mendapat enam atau tujuh putusan yang merugikan kami dimana putusan itu benar-benar tidak layak dan diperdebatkan. Jika satu atau dua putusan, kami bisa memahami. Tapi, bayangkan saja, enam sampai tujuh kali kami dirugikan,” tandas mantan kapten Manchester United itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya