BPH Migas: Marak Antre BBM Gara-gara Strategi Kitir Pertamina

Sistem kitir dilakukan Pertamina untuk menjaga kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam RAPBN.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 25 Agustus 2014, 15:41 WIB
Pemilik kendaraan diarahkan untuk mengisi kendaraan mereka dengan Solar non-subsidi dan Pertamax Dex, Senin (4/8/14). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan penyebab antrian panjang kendaraan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di beberapa wilayah karena kebijakan penjatahan (kitir) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero).

Kepala BPH Migas Andy Noorasaman Sommeng mengatakan, sistem kitir dilakukan Pertamina untuk menjaga kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) sampai akhir tahun.

"Tapi dibarengi Pertamina melakukan strategi penyaluran kitir artinya ada kuota harian mingguan," kata Andy, di gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2014).

Andy mengungkapkan, pihaknya sudah mendapati adanya penghematan BBM atas dampak pengendalian BBM bersubsidi yang telah dilakukan mulai Agustus 2014.

"Sejauh ini sudah berjalan memang ada beberapa yang bisa hemat," ungkap dia.

Terkait dengan antrian panjang kendaraan pada SPBU yang terjadi di sejumlah SPBU, menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, hal tersebut merupakan konsekuensi logi karena terjadi pengurangan kuota BBM dari 48 juta kiloliter (kl) menjadi 46 juta kl.

Dengan begitu, Pertamina atas perintah pemerintah melakukan pengendalian penyaluran BBM bersubsidi dengan menyesuaikan kuota nasional.

"Yang terjadi di beberapa wilayah adalah kosekuensi logis, artinya menyesuaikan kuota, kuota dikurangi 48 Juta jadi 46 juta, langkah operasional dilakukan dengan menyesuaikan kota nsaional," ungkap dia. (Pew/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya