Berlalu satu musim dengan dua manajer silih berganti, Andriy Shevchenko tidak juga menemukan performa terbaiknya di Chelsea. Dibeli dengan bandrol selangit—30 juta pound—dari AC Milan musim panas tahun lalu, Sheva tak kunjung tajam. Apa yang diperlihatkannya di Inggris jauh dari apa yang ditorehkannya di Italia.
Satu musim pertama bisa dimaklumi. Namun, memasuki musim kedua pamor Sheva tidak kunjung menjulang juga. Pun demikian perubahan di kursi manajer, Jose Mourinho sudah diganti Avram Grant. Padahal, owner Roman Abramovich begitu yakin Grant-lah sosok yang tepat untuk mengembalikan ketajaman pemain termahal Chelsea itu.
Di bawah polesan Grant ada perkembangan memang, tetapi tidak terlalu signifikan. Memasukkan pelatih khusus sprint tidak membuat kecepatannya kembali ditakuti. Teknik pelatihan khusus dijalani Sheva tapi tetap saja ia berada di bawah bayang-bayang Didier Drogba.
Kini, sekali lagi, masa depan Sheva di Stamford Bridge kembali dipertanyakan. Sorotan mass media Inggris mengarah lagi kepada striker Timnas Ukraina itu setelah ia menyatakan tidak bahagia bersama The Blues. Sheva yang September lalu genap berusia 31 tahun lebih banyak mendekam di bangku cadangan, termasuk ketika Chelsea meraih kemenangan telak 4-0 dari Rosenborg di Liga Champions, Rabu kemarin.
Ironis bagi mantan capocannonieri—top skorer Serie A Italia, Chelsea sukses meraih hasil bagus di saat ia tersingkir. Dengan begitu, “Saya tidak bisa komplain. Saya tidak bahagia (di Chelsea), tapi apa yang bisa diperbuat. Saya hanya bisa (terus) berusaha dan tutup mulut,” kata pemain yang dianggap kambing hitam di balik kepergian Mourinho itu kepada Sportske Novosti.
Menyambut bursa transfer musim dingin, Chelsea dikabarkan berencana menggaet gelandang asal Kroasia, Luka Modric. Menanggapi isu tersebut Sheva tidak bisa berkomentar banyak. Kerja kerasnya dalam mendapat tempat utama membuat waktunya tidak banyak untuk mengikuti perkembangan berita. Sehabis berlatih atau bertanding, Sheva pulang dan beristirahat. Ia juga tidak tertarik dengan urusan intern kantor (pengurus).
Akankah Modric memberi kontribusi besar buat Chelsea? Pertanyaan itu dijawab acuh tak acuh olehnya. “Saya (saja) gagal. Jadi, (sekali lagi) saya hanya bisa tutup mulut mengenai hal itu. Saya pikir, saya tidak memiliki hak membicarakan mengenai orang lain,” tambahnya. Musim lalu Sheva menjaringkan 14 gol, sedangkan musim ini hanya tiga gol dari total sebelas pertandingan—dengan enam di antaranya sebagai starter.
Satu musim pertama bisa dimaklumi. Namun, memasuki musim kedua pamor Sheva tidak kunjung menjulang juga. Pun demikian perubahan di kursi manajer, Jose Mourinho sudah diganti Avram Grant. Padahal, owner Roman Abramovich begitu yakin Grant-lah sosok yang tepat untuk mengembalikan ketajaman pemain termahal Chelsea itu.
Di bawah polesan Grant ada perkembangan memang, tetapi tidak terlalu signifikan. Memasukkan pelatih khusus sprint tidak membuat kecepatannya kembali ditakuti. Teknik pelatihan khusus dijalani Sheva tapi tetap saja ia berada di bawah bayang-bayang Didier Drogba.
Kini, sekali lagi, masa depan Sheva di Stamford Bridge kembali dipertanyakan. Sorotan mass media Inggris mengarah lagi kepada striker Timnas Ukraina itu setelah ia menyatakan tidak bahagia bersama The Blues. Sheva yang September lalu genap berusia 31 tahun lebih banyak mendekam di bangku cadangan, termasuk ketika Chelsea meraih kemenangan telak 4-0 dari Rosenborg di Liga Champions, Rabu kemarin.
Ironis bagi mantan capocannonieri—top skorer Serie A Italia, Chelsea sukses meraih hasil bagus di saat ia tersingkir. Dengan begitu, “Saya tidak bisa komplain. Saya tidak bahagia (di Chelsea), tapi apa yang bisa diperbuat. Saya hanya bisa (terus) berusaha dan tutup mulut,” kata pemain yang dianggap kambing hitam di balik kepergian Mourinho itu kepada Sportske Novosti.
Menyambut bursa transfer musim dingin, Chelsea dikabarkan berencana menggaet gelandang asal Kroasia, Luka Modric. Menanggapi isu tersebut Sheva tidak bisa berkomentar banyak. Kerja kerasnya dalam mendapat tempat utama membuat waktunya tidak banyak untuk mengikuti perkembangan berita. Sehabis berlatih atau bertanding, Sheva pulang dan beristirahat. Ia juga tidak tertarik dengan urusan intern kantor (pengurus).
Akankah Modric memberi kontribusi besar buat Chelsea? Pertanyaan itu dijawab acuh tak acuh olehnya. “Saya (saja) gagal. Jadi, (sekali lagi) saya hanya bisa tutup mulut mengenai hal itu. Saya pikir, saya tidak memiliki hak membicarakan mengenai orang lain,” tambahnya. Musim lalu Sheva menjaringkan 14 gol, sedangkan musim ini hanya tiga gol dari total sebelas pertandingan—dengan enam di antaranya sebagai starter.