Liputan6.com, Serang - Hari keempat setelah Lebaran atau H+4, sejumlah obyek wisata di Serang, Banten, masih dipadati pengunjung. Tak terkecuali makam atau tempat-tempat bersejarah di Banten.
Seperti di makam Sultan Banten, Sultan Maulana Hasanudin. Sejak pagi tempat ini disesaki para peziarah, yang tak hanya datang dari sekitar wilayah Banten, tapi juga dari provinsi lain seperti DKI Jakarta.
"Yang datang kira-kira 50 ribu orang. Kebanyakan dari daerah sekitar Banten, ada pula dari Jakarta. Mereka sengaja datang untuk ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanudin," kata pengelola Masjid Agung Banten Lama M. Sibli di sela-sela kesibukannya mengatur pengunjung yang ingin berziarah, Jumat (01/8/2014).
Selain berziarah ke makam Sultan Banten, para wisatawan juga berziarah ke 14 makam lainnya yang masih merupakan keturunan Sunan Gunung Jati. Makam-makam tersebut berada di area dalam Masjid Agung Banten.
"Mobil yang datang bisa seribu lebih. Kalau motor naik tiga kali lipat," kata Kasmuri, seorang penjaga parkir.
Wisawatan, selain berziarah juga datang untuk menambah wawasan dengan mengunjungi museum purbakala Banten Lama. Museum ini berisi benda peninggalan Kesultanan Banten. Selain itu terdapat juga Benteng Kasunyatan Surosoan dan bangunan Istana Kerajaan yang hanya tersisa pondasinya saja.
Hal yang sangat disayangkan adalah pengaturan tempat parkir yang tak teratur. Juga bangunan-bangunan bersejarah seperti Benteng Surosowan dan bangunan Istana Kerajaan yang tak terawat. Di sore hari, kedua peninggalan bersejarah ini digunakan warga sebagai tempat bermain bola dan layangan.
Semestinya pemerintah lokal menjaga dan melestarikan Cagar Budaya. Seperti kata Bung Karno, "Jas Merah" yang artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Advertisement