Anies: Kubu Prabowo-Hatta Buat Pendukungnya Sulit Move On

Menurut Anies, mestinya kubu kontestan yang kalah harus mampu beralih dan menerima ketetapan KPU.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 26 Jul 2014, 11:46 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan menilai, langkah kubu Prabowo-Hatta yang tidak menerima hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat menyulut emosi para pendukungnya di tataran bawah.

"Ada keterlibatan emosi yang cukup tinggi. Bagi mereka berpikir yang normal, pasti akan mampu untuk move on. Tapi bagi yang anggap perintah suci, ini akan menjadi medan pertempuran luar biasa," ujar Anies dalam acara diskusi 'Perspektif Indonesia' di Restoran Rarampa, Mahakam, Jakarta Selatan, Sabtu, (26/7/2014).

Menurut Anies, dengan durasi kampanye Pilpres yang lebih singkat dibanding dengan Pileg --yang kampanyenya berlangsung dalam rentang waktu setahun -- mestinya kubu kontestan yang kalah harus mampu beralih dan menerima ketetapan KPU.

Namun, yang terjadi saat ini, lanjut dia, para elit justru memberikan contoh yang kurang baik bagi masyarakat.

"Harusnya dengan durasi pendek, efeknya cepat move on. Tapi kali ini, isunya dilempar kemana-mana," ucap rektor Universitas Paramadina itu.

‎Dalam kondisi seperti itu, menurut Anies, peran media sosial begitu besar. Mereka yang merasa khawatir dan takut, akan menjadikan media sosial sebagai ajang untuk melawan dan menyampaikan pesan perlawanan.

"Kita tahu kalau negeri-negeri otoriter penyanggah utamanya rasa takut. Tanpa itu rezim tumbang. Media sosial alat efektif tumbangkan rasa takut. Rasa takutnya hilang. Gimana negeri kita? Pilar penyangganya apa? Trust, kepercayaan, bisa nggak media sosial jadi memperkuat trust itu," ucap dia. (Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya