Ini Strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan Hadapi El Nino

Dampak dari El Nino sampai saat ini belum terlihat di sektor perikanan di Indonesia.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 09 Juli 2014, 17:00 WIB
(Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi datangnya gangguan cuaca El Nino.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menerangkan, dampak dari El Nino adalah kenaikan suhu air. Dampak dari kenaikan temperatur tersebut adalah berkurangnya jumlah produksi ikan.

"Suhu air pengaruhi kepada tingkat reproduksi, pengaruhi benih-benihnya, khususnya benih-benih ikan laut," kata dia, seperti ditulis, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Slamet mengatakan, untuk menghadapi dampak tersebut, pihaknya akan memanfaatkan teknologi resirkulasi air. Dengan teknologi tersebut, suhu air dalam tempat budidaya dapat terjaga.

Dia juga menambahkan, untuk mengatasi dampak El nino, pihaknya akan menyiapkan tambahan bibit. Tambahan bibit tersebut untuk menggantikan bbit-bibit ikan yang mati karena terdampak El Nino.

"Kami meski mencukupi kebutuhan produksi, tahun ini 70 milyar bibit, bukan hanya satu, tapi komoditas total, seperti lele dan patin," katanya.

Meski demikian, dampak dari El Nino sampai saat ini belum terlihat di sektor perikanan di Indonesia. Menurut prediksi, Indonesia bakal terimbas el Nino pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli ini. "Tapi pada kenyataannya hujan masih turun," pungkasnya. (Amd/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya