Tepat satu tahun yang lalu, 12 Juni 2007, bertempat di Stadion Fritz Walter, Kaiserslautern, Jepang gagal meraih kemenangan dalam pertandingan pertama di babak penyisihan Grup F PD 2006. Tiga gol balasan yang dicetak anak-anak asuhan Guus Hiddink dalam waktu 10 menit terakhir membuat Jepang harus tunduk 1-3 di tangan Australia.
Gol balasan pertama Socceroos yang dicetak gelandang Everton Tim Cahill di menit ke-84 babak kedua itu mutlak akibat kesalahan kiper dan kapten Jepang, Yoshikatsu Kawaghuci. Padahal, sebelumnya, di bawah tatapan 46 ribu penonton, kiper Jubilo Iwata berusia 31 tahun itu tampil gemilang menyelamatkan gawangnya dari gempuran hebat Mark Viduka dkk.
Kini, setelah Australia tergabung dalam Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Jepang mempunyai kesempatan untuk membalas dendam atas kekalahannya itu dalam turnamen Asian Cup 2007 yang berlangsung 7 – 29 Juli 2007 di empat negara, termasuk Indonesia.
Sesuai jadwal dan pembagian grup, Jepang dan Australia bisa bertemu di babak perempat final andaikata salah satu kedua tim gagal menjuarai grup masing-masing. Sebaliknya, jika kedua tim mampu tampil sebagai juara grup, Jepang dan Australia dapat berjumpa di partai pamungkas yang akan berlangsung 29 Juli di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
“Tentu saja kami sangat menginginkan dapat kembali bertemu dengan Australia. Kami sangat termotivasi untuk membalas dendam (atas kekalahan di PD 2006 lalu). Sungguh jika itu terjadi, meskipun ‘hanya’ di Asian Cup partai melawan Australia akan menjadi sangat spesial bagi kami,” tandas Kawaguchi seperti yang dikatakannya kepada harian Kyodo News.
Dalam dua turnamen sebelumnya, di Libanon (2000) dan China (2004), Yawaguchi berkontribusi atas kesuksesan Jepang yang berhasil tampil sebagai juara. “Bagi tim, terutama saya pribadi, turnamen Asian Cup sangat penting. Dalam dua pergelaran sebelumnya, saya mampu tampil bagus. Saya harap, kali ini dengan persiapan yang baik kami mampu mempertahankannya,” terang Kawaguchi.
Sebelum menapak ke babak final, Jepang terlebih dahulu harus mampu melewati rintangan tuan rumah Vietnam, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UAE) yang sama-sama tergabung dalam Grup B. Hal itu diakui Kawaghuci. “Kami sadar kami diunggulkan. Namun, dampaknya, tim-tim lain akan termotivasi untuk mengalahkan kami, terutama Qatar. Berbekal pengalaman di China (2004), tidak ada partai yang mudah bagi kami,” aku Kawaguchi.
Gol balasan pertama Socceroos yang dicetak gelandang Everton Tim Cahill di menit ke-84 babak kedua itu mutlak akibat kesalahan kiper dan kapten Jepang, Yoshikatsu Kawaghuci. Padahal, sebelumnya, di bawah tatapan 46 ribu penonton, kiper Jubilo Iwata berusia 31 tahun itu tampil gemilang menyelamatkan gawangnya dari gempuran hebat Mark Viduka dkk.
Kini, setelah Australia tergabung dalam Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Jepang mempunyai kesempatan untuk membalas dendam atas kekalahannya itu dalam turnamen Asian Cup 2007 yang berlangsung 7 – 29 Juli 2007 di empat negara, termasuk Indonesia.
Sesuai jadwal dan pembagian grup, Jepang dan Australia bisa bertemu di babak perempat final andaikata salah satu kedua tim gagal menjuarai grup masing-masing. Sebaliknya, jika kedua tim mampu tampil sebagai juara grup, Jepang dan Australia dapat berjumpa di partai pamungkas yang akan berlangsung 29 Juli di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
“Tentu saja kami sangat menginginkan dapat kembali bertemu dengan Australia. Kami sangat termotivasi untuk membalas dendam (atas kekalahan di PD 2006 lalu). Sungguh jika itu terjadi, meskipun ‘hanya’ di Asian Cup partai melawan Australia akan menjadi sangat spesial bagi kami,” tandas Kawaguchi seperti yang dikatakannya kepada harian Kyodo News.
Dalam dua turnamen sebelumnya, di Libanon (2000) dan China (2004), Yawaguchi berkontribusi atas kesuksesan Jepang yang berhasil tampil sebagai juara. “Bagi tim, terutama saya pribadi, turnamen Asian Cup sangat penting. Dalam dua pergelaran sebelumnya, saya mampu tampil bagus. Saya harap, kali ini dengan persiapan yang baik kami mampu mempertahankannya,” terang Kawaguchi.
Sebelum menapak ke babak final, Jepang terlebih dahulu harus mampu melewati rintangan tuan rumah Vietnam, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UAE) yang sama-sama tergabung dalam Grup B. Hal itu diakui Kawaghuci. “Kami sadar kami diunggulkan. Namun, dampaknya, tim-tim lain akan termotivasi untuk mengalahkan kami, terutama Qatar. Berbekal pengalaman di China (2004), tidak ada partai yang mudah bagi kami,” aku Kawaguchi.