Kemacetan di China Habiskan Waktu Pekerja Sembilan Hari Per Tahun

Durasi perjalanan di China dapat meningkat hingga dua kali lipat saat jam sibuk.

oleh Yongki SanjayaDiterbitkan 09 Juli 2014, 09:00 WIB
Durasi perjalanan dapat meningkat hingga dua kali lipat saat jam sibuk.

Liputan6.com, Beijing - Di belahan dunia manapun, kemacetan lalu lintas menjadi hal yang paling menjengkelkan. Tak terkecuali di China, kondisi jalanan yang padat kendaraan dan waktu yang terbuang percuma di perjalanan menjadi momok yang dibenci penduduknya.

Kemacetan kerap terjadi di kota-kota besar dunia seiring dengan populasi kendaraan yang makin tinggi. China sendiri tergolong salah satu negara yang kerap menghadapi kemacetan panjang di jalan-jalan utama mereka.

Salah satu perusahaan alat navigasi, yaitu TomTom merilis sebuah survei mengenai tingkat kemacetan di negeri tirai bambu tersebut. Menurut data dari TomTom, masyarakat di China menghabiskan waktu rata-rata sembilan hari kerja dalam setahun hanya untuk bermacet ria, seperti dilansir dari Autoblog, Selasa (8/7/2014)

Kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di negara tersebut adalah Tianjin yang mencapai 56 persen. Menurut perhitungan TomTom, waktu tempuh di kota tersebut dapat meningkat hingga 56 persen saat terjadi kemacetan.

Kota-kota lain yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi di China adalah Hangzhou dan Beijing dengan rata-rata kemacetan masing-masing 47 dan 43 persen. Angka tersebut dapat meroket hingga 95 persen selama jam sibuk saat pulang kerja di sore hari.

China sendiri bukan tak menyadari hal ini. Pemerintah lokal telah menempuh berbagai upaya untuk menekan kemacetan, namun demikian belum banyak membuahkan hasil. Tingginya angka kemacetan di kota-kota besar di China paling utama disebabkan oleh terus mengalirnya pendatang dari wilayah pedesaan ke kota guna mencari pekerjaan.

Di Beijing sendiri, tingginya jumlah kendaraan menuntut pemerintah untuk segera membatasi jumlah kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat menekan kepadatan kendaraan saat jam sibuk.

Lainnya, pemerintah China membidik sektor transportasi publik yang memadai, ditambah pajak kendaraan tinggi yang diharapkan dapat mengurangi angka kemacetan secara signifikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya