VfB Stuttgart berhasil memastikan diri keluar sebagai juara Bundesliga 2006-07, Sabtu (19/05). Pada pertandingan terakhir, ke-34, Stuttgart yang bermain di Stadion Gottlieb-Daimler menuntaskan mimpinya mengangkat trofi Bundesliga pertama dalam 15 tahun.
Mengalahkan Energie Cottbus 2-1, publik tuan rumah berpesta pora merayakan gelar Bundesliga untuk kedelapan kalinya. Kemenangan tersebut juga mengubur mimpi saingan mereka, Schalke 04. Biarpun mengalahkan Arminia Bielefeld 2-1, kemenangan itu terasa hambar.
Poin yang dikumpulkan Schalke 04 tetap tidak mampu melampaui poin Stuttgart (70 poin), atau selisih dua poin. Stuttgart dalam pertandingan krusial ini tampil tegang di awal pertandingan. Baru setelah pertandingan berjalan sepuluh menit, Stuttgart mulai bisa bermain lepas untuk mengancam pertahanan lawan.
Menit ke-12 Suttgart membuka ancaman. Tendangan Thomas Hitzlperger dari jarak 20 yards hanya menyamping dari gawang. Mendapat tekanan, Cottbus justru yang berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-19. Sepakan Vlad Munteanu dibelokkan Sergiu Radu yang membuat kiper Timo Hildebrand hanya bisa menyaksikan gawangnya kemasukan. Gol yang membungkam publik Gottlieb-Daimler.
Tertinggal 0-1, pasukan Armin Veh bangkit untuk mengejar ketinggalan. Gelandang tuan rumah Roberto Hilbert memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan semenit kemudian saat sudah berhadapan langsung dengan Tomislav Piplica, namun ia tidak mampu menundukkan kiper Cottbus itu.
Stuttgart menunjukkan mental juaranya. Ketika pertandingan memasuki menit ke-27, sebuah tendangan volley yang dilepaskan Hitzlperger menghujam ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh Piplica. Gol yang langsung disambut sorak sorai pendukung tuan rumah. Gol tersebut semakin membuat Stuttgart bernafsu untuk memburu gol kemenangan tapi sampai masa turun minum kedudukan imbang itu tetap tidak berubah.
Babak kedua berjalan, Stuttgart semakin rajin untuk tampil menyerang. Gol penentu kemenangan pun tercipta pada menit ke-63. Menerima umpan silang dari Antonio da Silva, sundulan Sami Khedira mengelabui Piplica untuk kedua kalinya. Kemenangan Suttgart nyaris sirna sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir jika saja Stiven Rivic tenang dalam mengeksekusi peluang. Berawal dari penetrasinya, tendangan Rivic masih menyamping di sisi kiri gawang.
Susunan pemain:
VfB Stuttgart: Hildebrand; Delpierre, Magnin, Meira, Osorio (Da Silva 45); Hilbert, Hitzlsperger (Tasci 88), Khedira, Pardo; Barreto, Streller (Gomez 53).
Energie Cottbus: Piplica; Cvitanovic, Kukielka, Mitreski, Szelesi; Munteanu, Skela (Gunkel 66), Ziebig; Kuntzel (Rivic 66), Radu, Shao (Kioyo 72).
Mengalahkan Energie Cottbus 2-1, publik tuan rumah berpesta pora merayakan gelar Bundesliga untuk kedelapan kalinya. Kemenangan tersebut juga mengubur mimpi saingan mereka, Schalke 04. Biarpun mengalahkan Arminia Bielefeld 2-1, kemenangan itu terasa hambar.
Poin yang dikumpulkan Schalke 04 tetap tidak mampu melampaui poin Stuttgart (70 poin), atau selisih dua poin. Stuttgart dalam pertandingan krusial ini tampil tegang di awal pertandingan. Baru setelah pertandingan berjalan sepuluh menit, Stuttgart mulai bisa bermain lepas untuk mengancam pertahanan lawan.
Menit ke-12 Suttgart membuka ancaman. Tendangan Thomas Hitzlperger dari jarak 20 yards hanya menyamping dari gawang. Mendapat tekanan, Cottbus justru yang berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-19. Sepakan Vlad Munteanu dibelokkan Sergiu Radu yang membuat kiper Timo Hildebrand hanya bisa menyaksikan gawangnya kemasukan. Gol yang membungkam publik Gottlieb-Daimler.
Tertinggal 0-1, pasukan Armin Veh bangkit untuk mengejar ketinggalan. Gelandang tuan rumah Roberto Hilbert memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan semenit kemudian saat sudah berhadapan langsung dengan Tomislav Piplica, namun ia tidak mampu menundukkan kiper Cottbus itu.
Stuttgart menunjukkan mental juaranya. Ketika pertandingan memasuki menit ke-27, sebuah tendangan volley yang dilepaskan Hitzlperger menghujam ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh Piplica. Gol yang langsung disambut sorak sorai pendukung tuan rumah. Gol tersebut semakin membuat Stuttgart bernafsu untuk memburu gol kemenangan tapi sampai masa turun minum kedudukan imbang itu tetap tidak berubah.
Babak kedua berjalan, Stuttgart semakin rajin untuk tampil menyerang. Gol penentu kemenangan pun tercipta pada menit ke-63. Menerima umpan silang dari Antonio da Silva, sundulan Sami Khedira mengelabui Piplica untuk kedua kalinya. Kemenangan Suttgart nyaris sirna sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir jika saja Stiven Rivic tenang dalam mengeksekusi peluang. Berawal dari penetrasinya, tendangan Rivic masih menyamping di sisi kiri gawang.
Susunan pemain:
VfB Stuttgart: Hildebrand; Delpierre, Magnin, Meira, Osorio (Da Silva 45); Hilbert, Hitzlsperger (Tasci 88), Khedira, Pardo; Barreto, Streller (Gomez 53).
Energie Cottbus: Piplica; Cvitanovic, Kukielka, Mitreski, Szelesi; Munteanu, Skela (Gunkel 66), Ziebig; Kuntzel (Rivic 66), Radu, Shao (Kioyo 72).