<i>Factory Outlet</i> Menjamur di Jakarta

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di factory outlet lebih nyaman ketimbang di mal. Tempat penjualan pakaian sisa pabrik kualitas ekspor itu mulai marak di Ibu Kota.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 September 2001, 15:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Factory outlet atau tempat belanja pakaian sisa pabrik berkualitas ekspor, saat ini mulai hadir di sejumlah tempat strategis di Ibu Kota. Bagi sebagian konsumen, factory outlet menjadi alternatif tersendiri. Selain harganya bersaing, para pengunjungnya relatif nyaman ketimbang berdesak-desakan di mal. Bahkan, para pembeli di tempat tersebut tak perlu membayar retribusi parkir. Demikian penuturan sejumlah pengunjung sebuah factory outlet di Jakarta, baru-baru ini.

Sejatinya, factory outlet mulai berkembang di Bandung, Jawa Barat, pada tahun 90-an. Selanjutnya, beberapa tahun belakangan ini mulai menjamur di Ibu Kota. Tengok saja, tempat penjualan tersebut mudah dijumpai di sejumlah sentra perkantoran, di antaranya kawasan "segitiga emas" Sudirman-Thamrin-Kuningan dan Jalan Gatot Subroto.

Bila mengamati suasana di sejumlah FO, banyak pekerja kantor yang menghabiskan waktu luang saat istirahat siang. Selain itu, sejumlah pengunjung lainnya biasanya berkunjung untuk sekadar mencari hiburan. Karena itu, tak heran bila tempat belanja tersebut mulai dipenuhi pengunjung hanya pada jam-jam tertentu, misalnya antara pukul 12.00-14.00 WIB. Tak hanya itu, saat jam pulang kerja, tempat tersebut juga cukup ramai.(ANS/Jeremy Teti dan Dwi Guntoro)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya