Diduga Terkait Insiden Kapal Tenggelam, 2 WNI Ditahan Malaysia

Kedua orang itu adalah pria berusia 44 dan 54 tahun. Mereka dibekuk dini hari sekitar pukul 03.00.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 21 Juni 2014, 12:20 WIB
Tim pencari dari Malaysia. (Bernama)

Liputan6.com, Petaling Jaya: - Dua warga negara Indonesia (WNI) ditahan di Malaysia. Mereka diduga terkait salah satu dari insiden kapal tenggelam yang hingga saat ini telah menewaskan 15 orang dan 27 lainnya hilang.

Dikutip dari The Star, Sabtu (22/6/2014), kedua orang itu adalah pria berusia 44 dan 54 tahun. Mereka dibekuk dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Kepala Kepala Penyelidikan Kriminal Selangor Datuk Mohd Adnan Abdullah mengatakan, kedua pria itu diyakini sebagai agen pengiriman kapal dan tekong Darat (koordinator lapangan) di Pelabuhan Klang.

Sambung Adnan, keduanya memiliki identifikasi dan dokumen perjalanan resmi.

"Kami menyita ponsel mereka untuk membantu penyelidikan. Mereka akan ditahan sampai 26 Juni," jelas Adnan.

Sejauh ini, dari kecelakaan kapal di Kuala Langat, di Sungai Air Hitam, 63 penumpang telah diselamatkan. 50 di antaranya pria, 12 wanita dan seorang bocah berusia 5 tahun. 14 Jasad dilaporkan telah ditemukan.

Sementara itu dari tenggelamnya kapal berpenumpang 27 orang di perairan Sepang, 7 orang belum diketahui nasibnya. Insiden itu terjadi beberapa jam setelah tragedi serupa di Sungai Air Hitam.

"20 Orang telah diselamatkan dan 7 orang masih belum ditemukan," ungkap Direktur Badan Penegakan Maritim Malaysia Mohd Yaakub Hambali.

"Mereka yang diselamatkan dan telah dikirim ke Rumah Sakit Sungau Buloh, Rumah Sakit Banting dan Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah untuk diobati," sambung Yaakub.

Tambah Yaakub, wilayah operasi pencarian kini diperluas sampai 10 mil dari Kampung Ayer Hitam dan Pantai Morib. Lokasi yang diyakini sebagai titik pemberangkatan kedua kapal.

Kepala Pemadam Kebakaran South Selangor dan Kepala departemen Penyelamatan Azmi Saddon mengatakan, anjing-anjing dari Unit K-9 telah dikerahkan untuk membantu pencarian tim SAR di dekat Sungai Air Hitam.

"Anjing-anjing telah dikerahkan untuk mencari di sekitar pantai. Para pencari sekarang fokus di sepanjang garis pantai sejauh 25 mil dan 15 mil di lautan," urai Adnan.

Azmi, yang juga komandan SAR mengatakan, total 260 personel dari berbagai instansi termasuk polisi, pemadam kebakaran, Badan Penegakan Maritim Malaysia, Departemen Pertahanan Sipil dan Angkatan Laut Malaysia terlibat dalam pencarian korban hilang

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya