Diego Costa: Eksperimen Gagal Spanyol di Piala Dunia

Belum ada striker Spanyol yang mampu menjebol gawang lawan di Piala Dunia 2014 kali ini.

oleh Arry AnggadhaDiterbitkan 19 Juni 2014, 14:36 WIB
Diego Costa (Reuters/Dylan Martinez)

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol gagal total dalam Piala Dunia 2014. Menyandang status sebagai juara bertahan, La Furia Roja harus tersingkir di penyisihan grup.

Mengawali Piala Dunia 2014, Spanyol babak belur saat menghadapi Belanda. Gawang Iker Casillas dikoyak-koyak pasukan De Oranje sebanyak lima kali. Spanyol pun akhirnya menyerah 1-5 dari Belanda.

Alih-alih ingin memperbaiki performa di laga kedua, Spanyol justru harus kembali menelan pil pahit. Gawang Casillas dua kali dibobol pemain Chile. Spanyol pun harus gigit jari setelah kalah 0-2.

Belum ada striker Spanyol yang mampu menjebol gawang lawan di Piala Dunia 2014 kali ini. Padahal Pelatih Vicente del Bosque sudah membawa bomber mautnya, Diego Costa.

Striker yang dinaturalisasi dari Brasil itu bisa dibilang gagal total di Piala Dunia. Dalam dua laga yang dimainkan, Costa hanya mencatat lima kali tembakan namun tidak ada tembakan yang mengarah ke gawang. Dia pun belum dapat mencetak gol, padahal penyerang asal Atletico Madrid itu selalu diturunkan sebagai starter.

Satu-satunya andil Costa adalah saat dia dilanggar pemain Belanda di dalam kotak penalti. Akibat pelanggaran itu, Spanyol mendapat hadiah penalti. Namun, Costa tak menjadi algojo tendangan 12 pas itu. Pelatih Del Bosque memilih Xabi Alonso sebagai eksekutor. 

Foto dok. Liputan6.com


Pemilihan Costa sebagai striker utama Spanyol pun sempat mengundang kontroversi. Sebab, Spanyol masih memiliki banyak striker yang mumpuni. Sebut saja Fernando Torres, David Villa, dan Fernando Llorente. Torres dan Villa sudah terlibat dalam tim Spanyol saat mereka merebut Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Memang, penampilan Costa di tingkat klub lebih menjanjikan dibanding tiga striker lainnya. Costa mencetak 36 gol dari 52 pertandingan bersama Atletico. Bahkan, Costa mampu membawa Atletico juara La Liga, mengalahkan Barcelona dan Real Madrid.

Subur di klub, Costa justru melempem di tingkat negara. Bahkan dia gagal menunjukkan performa terbaiknya di tanah kelahirannya.

Foto dok. Liputan6.com


"Kami mohon maaf, tapi kita harus berjalan dengan kepala tegak," kata Costa seperti dikutip Marca.

Buruknya permainan Costa pun langsung menjadi bahan olok-olok di dunia maya. Salah satunya Mereka mencemooh keputusan Costa untuk mengubah warga negara dari Brasil menjadi Spanyol.

Foto dok. Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya