Perajin Sanggul Brebes Bertahan dalam Perubahan Zaman

Seiring perubahan zaman, tak banyak lagi wanita yang mengenakan sanggul. Puluhan perajin sanggul di Desa Limbangan, Brebes, Jateng, masih bertahan menekuni usaha turun-temurun itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 September 2001, 12:00 WIB
Liputan6.com, Brebes: Para wanita kerap mengenakan sanggul sebagai paduan busana tradisonal kebaya. Namun, seiring perubahan zaman, kaum hawa semakin jarang menggunakan sanggul atau konde buatan. Kendati begitu, saat ini sejumlah perajin sanggul tetap bertahan memproduksinya. Tengok saja, sekitar 70 perajin sanggul di Desa Limbangan, Brebes, Jawa Tengah, yang telah turun-temurun menekuni usaha tersebut.

Sutirah seorang perajin sanggul mengaku telah menekuni pembuatan aksesoris rambut itu selama 15 tahun. Menurut dia, cara pembuatan sanggul sangatlah mudah. Asalkan sejumlah bahannya telah tersedia. Sayangnya, saat ini bahan baku pembuatannya sulit diperoleh. Pasalnya, tak banyak lagi perempuan yang memelihara rambut panjang.

Saat ini, Sutirah melanjutkan, ia memperoleh limbah rambut dari berbagai salon kecantikan. Ia membeli rambut sepanjang 20 sentimeter dengan harga Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan rambut ukuran pendek dengan harga Rp 5.000 per kilogram.

Dalam proses pembuatan sanggul, Sutirah dibantu empat karyawannya dan mampu menghasilkan sekitar 10.000 sanggul per harinya. Selanjutnya harga sebuah sanggul bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. Sanggul kecil jenis Tekuk Jawa biasanya dijual seharga Rp 5.000. Sementara ukuran sedang dilepas senilai Rp 10.000. Dengan begitu, setiap perajin memperoleh keuntungan bersih antara Rp 500-Rp 2.000 per sanggul.

Sejumlah perajin lainnya mengungkapkan, biasanya mereka memasarkan sanggul di Solo, Semarang, Yogyakarta hingga Jakarta dan sejumlah kota di Pulau Sumatra. Kendati pemasarannya sudah meluas, mereka berharap pemerintah daerah Brebes lebih memperhatikan usaha sanggul. Terutama memberikan pinjaman modal.(ANS/Sugihartono dan Budi Harto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya