Jokowi-JK: Koalisi Ramping Tanpa Tekanan Bagi-bagi Kursi Menteri

Menurut JK, koalisi partainya berpegang pada filosofi keikhlasan dengan biaya murah. Sehingga tidak ada yang tertekan.

oleh Widji AnantaDiterbitkan 09 Juni 2014, 23:34 WIB
Jusuf Kalla

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan debat capres-cawapres perdana yang melibatkan dua pasangan capres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Balai Sarbini, Jakarta.

Dalam perdebatan head to head ini, JK mengatakan saat ini dia bersama Jokowi tidak merasa dalam kondisi tertekan. Hal ini lantaran, keduanya berada dalam koalisi yang tidak terlalu menggunakan biaya besar.

"Filosofi parpol kami janji keihklasan. Biaya murah tidak ada terkanan, biaya mahal ada tekanan. Tapi kami tidak tertekan. Keikhlasan, ke tujuan akan membentengi karena keikhlasan mendasari semuanya," ujar JK di Balai Sarbini, Sudirman, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Sementara itu, Jokowi menjelaskan, untuk meminimalkan korupsi di lingkungan partai, maka PDIP hanya menggandeng 3 parpol saja yakni PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura dalam menyongsong Pilpres 9 Juli mendatang.

"Kami ingin membangun koalisi ramping. Tak usah banyak parpol. Tapi yang penting dalam kerja mengedepankan rakyat, bukan membagi-bagi menteri. Tapi yang paling penting adalah kerja," tegas Jokowi.

Ajang yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertema 'Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum' itu dipandu Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar. Acara ini disiarkan langsung SCTV, Indosiar dan Berita Satu. Serta live streeming di www.Liputan6.com. (Sss)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya