Profil Nigeria: Saatnya Elang Super Terbang di Brasil

Di Brasil Nigeria tergabung di grup F bersama Argentina, Iran, dan debutan dari Eropa, Bosnia Herzegovina.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 29 Mei 2014, 06:33 WIB
Tim Nasional Nigeria (AFP/Pius Utomi Ekpei)

Liputan6.com, Jakarta - Nigeria tergabung di grup F dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 bersama Malawi, Kenya, dan Namibia. Dan sesuai prediksi, Super Eagles menjadi tim terkuat di grup ini.

Mereka tak terkalahkan dalam semua pertandingan dan meraih tiga kali imbang melawan masing-masing lawannya. Dalam laga lawan Kenya di kandang sendiri, Nigeria hampir kalah. Beruntung pada tambahan waktu babak kedua gol Nnamdi Oduamadi menyelamatkan muka tuan rumah.

Di babak playoffs, Nigeria juga hanya bertemu Ethiopia yang punya peringkat paling rendah di benua Afrika. Tanpa kesulitan Nigeria menyapu bersih dua pertemuan dengan kemenangan. Mereka menang 2-1 saat laga tandang dan 2-0 di kandang sendiri.

Kiprah di Piala Dunia

Nigeria punya prestasi membanggakan dalam dua partisipasi perdananya di Piala Dunia yakni tahun 1994 dan 1998. Mereka saat itu mampu lolos dari babak grup meski akhirnya gagal berkiprah ke perempat final.

Sayangnya, dalam tiga edisi selanjutnya prestasi Nigeria melorot. Mereka gagal lolos dari babak grup dan hanya meraih dua poin dalam delapan laga terakhir di putaran final.

Bahkan saat Piala Dunia 2010 yang digelar di Afsel, Nigeria hanya meraih satu poin. Dua laga sisanya melawan Argentina dan Yunani berakhir dengan kekalahan.

Kini mereka punya peluang untuk memperbaiki prestasinya di Brasil. Mereka akan tergabung di grup F bersama Argentina, Iran, dan debutan dari Eropa, Bosnia Herzegovina.

Pemain Bintang

Kekuatan Nigeria di Piala Dunia kali ini akan bertumpu pada John Obi-Mikel. Meski kerap menjadi cadangan di klubnya, Chelsea. Namun tidak membuatnya kehilangan satu tempat di skuat Super Eagles.

Mikel memulai debutnya pada 17 Agustus 2005 dalam laga lawan Libya. Dan dia langsung menjadi bagian dari tim Nigeria yang mengikuti Piala Afrika setahun berikutnya.

Mikel sempat membuat kontroversi karena tidak muncul saat timnas memanggilnya untuk laga kualifikasi Piala Afrika tahun 2008. Mikel mengaku cedera meski dokter timnas belum memeriksanya.

Beruntung namanya kembali masuk ke skuat dalam putaran final Piala Afrika tahun 2008 setelah meminta maaf. Mikel membawa Nigeria lolos ke perempat final Piala Afrika. Sayang langkah Nigeria terhenti oleh tuan rumah Ghana yang menang dengan skor 2-1.

Mikel sejak saat itu selalu menjadi andalan di Nigeria. Ia tak pernah absen dalam dua turnamen terakhir yakni Piala Afrika 2013 dan Piala Konfederasi 2013. Total dia sudah bermain dalam 51 laga dan menyumbang empat gol.

Pelatih

Stephen Okechukwu Keshi menangani Nigeria sejak 2011. Pelatih berusia 52 tahun itu punya prestasi menarik karena menjadi satu dari dua orang yang pernah meraih trofi Piala Afrika sebagai pemain dan pelatih.

Sebelum melatih Nigeria, Keshi sudah melatih timnas Togo dan Mali. Namun ia memilih kembali ke negaranya menggantikan Samson Siasia tiga tahun lalu.

Keputusannya untuk kembali tidak sia-sia karena ia langsung membawa Nigeria menjadi juara Piala Afrika tahun 2011. Berkat strateginya Super Eagles melangkah ke final dan mengalahkan Burkina Faso dengan skor 1-0.

Selain itu mantan kapten Nigeria itu juga sukses meloloskan timnya ke Brasil musim panas nanti. Tak heran namanya terpilih sebagai pelatih terbaik Afrika tahun 2013.

Lanjut Baca:

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya