Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polda Metro terus mendalami kasus dugaan pelecehan seksual kepada korban A di TK Jakarta International School (JIS). Sejumlah rangkaian pemeriksaan, dari uji laboratorium hingga pemeriksaan guru telah dilakukan penyidik. Sejauh ini, sudah 5 orang ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya seorang wanita.
Selain itu, penyidik Polda Metro tengah mendalami adanya unsur kelalaian yang dilakukan pengelola sekolah dan disitu terdapat pidana. Salah satu yang tengah dibidik penyidik adalah kepala sekolah JIS, Timothy Carr. Penyidik juga mengaku telah melayangkan panggilan Kepsek JIS untuk diperiksa.
"Hari ini tadi dilayangkan panggilan ke Kepsek JIS untuk diperiksa pekan depan," kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Rikwanto, Jakarta, Sabtu (26/4/2014).
Tak hanya Kepsek Timothy Carr, penyidik juga tengah menjadwalkan pemeriksaan Wakepsek JIS Stephen Durggan dan juga Wali Kelas korban, Mr Murphy. Polisi juga akan memanggil Stephen yang pergi ke Australia beberapa waktu lalu setelah kasus ini mencuat.
Rikwanto menegaskan pemeriksaan pada Kepsek dan Wakepsek JIS lebih kepada soal pola pengasuhan dan pembimbingan serta pengajaran yang diterapkan di sekolah tersebut.
"Apakah mereka menerapkan itu sesuai dengan sistem yang berlaku atau bagaimana, ini yang akan kita dalami ke pihak guru dan kepala sekolah juga wakil kepala sekolahnya itu," pungkasnya.
Terkait beredar informasi salah seorang guru pengajar di JIS adalah pelaku paedofilia, polisi belum memberi sinyal pencekalan terhadap guru-guru di sekolah internasional tersebut. Pasalnya pencekalan atau penahanan baru bisa dilakukan berdasarkan bukti, dan kemungkinan dia melarikan diri. Ia mengaku hingga saat ini penyidik yang jelas terus mendalaminya.
"Sampai saat ini belum mengarah guru, pemeriksaan kan terus berkembang dari korban ke saksi, dari saksi korban terus ke tersangka. Apa dia melakukan dengan orang lain atau tidak itu masih didalami. Jika berdasarkan bukti, ia jadi tersangka buat apa dicekal langsung saja ditahan," kata Kapolda Metro Irjen Pol Dwi Priyatno di Polda Metro, Jumat 25 April 2014.
Advertisement