Fenomena El Nino, 8 Provinsi RI Terancam Kebakaran Hutan Panjang

Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan di Riau baru saja usai.

oleh Nadya Isnaeni PanggabeanDiterbitkan 19 April 2014, 08:58 WIB
perasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap di Riau yang berada dibawah kendali BNPB melibatkan 5.110 personel.

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan di Riau baru saja usai. Kini 8 provinsi kembali terancam mengalami kebakaran hutan dan lahan yang dipicu fenomena el nino sedang.

El nino adalah meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar Samudera Pasifik Tengah dan Timur. Hal ini berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Fire Danger Rating System (FDRS) dan curah hujan yang menurun.

Kedelapan provinsi itu, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan. Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Kebakaran tersebut berpeluang lebih menyebar dalam periode yang lebih panjang karena dipicu oleh fenomena el nino sedang," kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Sabtu (19/4/2014).

Dia menuturkan, biasanya dalam satu tahun terjadi dua puncak kebakaran hutan dan lahan, yaitu Maret-April (periode I) dan Juli-Agustus (periode II). Karena periode I tahun ini terjadi lebih awal, yakni Februari, maka tak menutup kemungkinan hal yang sama berlaku pada periode II.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya