Tas Diduga Bom Gegerkan Warga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Tas itu diduga berisi bom lantaran ada lilitan kabel di sana.

oleh Dian KurniawanDiterbitkan 15 April 2014, 12:55 WIB
Paket itu pertama kali diterima oleh petugas satpam gedung bekas mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

Liputan6.com, Surabaya - Sebuah tas travel yang ditinggalkan pemiliknya di sebuah wartel di kawasan pelabuhan penyeberangan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menuju Madura menggegerkan warga. Tas itu diduga berisi bom lantaran ada lilitan kabel di sana.

Seorang pedagang kopi menemukan tas tersebut pertama kali sekitar pukul 06.30 WIB yang kemudian melaporkannya ke security dan Polres Tanjung Perak. Tim Gegana Penjinak Bom Polda Jatim pun memeriksa tas itu sekitar pukul 08.00 WIB.

"Penemuan tas yang diduga bom tersebut pertama diketahui oleh pedagang asongan, melihat tas yang ditinggal pemiliknya dan terdapat lilitan kabel, langsung dilaporkan ke pihak keamanan setempat yang diteruskan ke Mapolres Tanjung Perak," kata Kapolres Tanjung perak AKBP Aries Syahbudin di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/4/2014).

Petugas sempat menutup akses penyeberangan untuk sementara demi memastikan isi tas tersebut. Namun setelah diperiksa, lanjut dia, travel bag itu hanya berisi beberapa potong pakaian dan dompet berwarna cokelat.

Di dalamnya terdapat kartu identitas (KTP) atas nama Sapar (54), warga Sumenep 1970 Dusun Benteng Baru Kelurahan Sambakati, Kecamatan Arjasa Sumenep, Madura.

(Shinta Sinaga)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya