Liputan6.com, Jakarta Siapa sangka jika seorang Enda yang menjadi gitaris sebuah band handal ini memiliki sisi gelap di masa mudanya. Enda memang sudah akrab dengan barang-barang terlarang sedari kecil.
Enda memang tidak tertutup soal dirinya yang pernah mengalami kecanduan narkoba dan obat-obatan terlarang. Bahkan, sejak duduk di bangku sekolah dasar, dirinya sudah mengonsumsi minum-minuman keras.
"Sejak SD sudah mengonsumsi nipam. Pas SMP beralih ke ganja dan morfin. Mulai SMA, dia mulai mengkonsumsi putaw, dan berlangsung cukup lama sampai akhir 1999," kata Enda.
Namun meski begitu, Enda menegaskan jika dirinya sudah tidak lagi mengonsumsi barang haram tersebut. Baginya, semua yang pernah dialaminya adalah masa lalu yang tak ingin diulanginya lagi.
"Itu sisi gelap gue, yang sering membuat gue malu dan sering membuat gue teriak kalau ingat masa lalu," ujarnya.
Enda pun sangat menyakini soal bahaya yang terjadi jika dirinya terus-terusan mengonsumsi narkoba. Dari mulai yang teringan yakni nilai-nilainya yang jelek, hingga ajal yang menanti.
"Jadi pas SD itu nilai-nilai gue biasa saja, cenderung jelek. Waktu SD, gue sering pulang malam dan main sama teman-temannya yang waktu itu anak-anak SMA," ujarnya.
"Kalau taruhan nyawa pernah juga nyaris ketemu ajal. tapi syukur tidak sampai mati. Dan hal itu kejadian sampai tiga kali," tambahnya.
Diceritakan oleh Enda jika ancaman bahaya itu terjadi saat dirinya sakau dan ketergantungan dengan narkoba. Endah bahkan sampai menyayat nadi tangannya.
"Bekas beset ini, tak lain ulah dari keinginan tahu gue mengenai rasa sakit. Apa rasa sakit itu nikmat apa tidak. Dan waktu itu memang nikmat yang gue temuin,"
Sampai akhirnya Enda memilih hidup mengamen di Jakarta, dan akhirnya bertemu dengan Makki dan Pasha Ungu yang menyemangati dan memberinya motivasi buat sembuh.
"Waktu itu gue ketemu mereka dan gue iri banget sama mereka karena badan mereka lebih terlihat sehat. Sementara gue, gitar saja sudah nggak punya. Dan gue, dijanjikan sama Maki, kalau lu sembuh, lu akan gue kasih gitar dan effectnya sekalian," ujarnya menirukan Maki.
Enda pun akhirnya membuat pengakuan bahwa keinginannya untuk berhenti terwujud saat dia mengambil air wudhu. "Dan ajaib dengan air wudhu gue sembuh tanpa ke dokter," katanya.
Advertisement