Liputan6.com, Jakarta - Digital Strategist Media Online Partai Gerindra, Noudhy Vadrino mengatakan, peran media sosial dalam meningkatkan elektabilitas Gerindra sangatlah di luar dugaan. Bahkan efek dari media sosial internal terhadap dukungan Gerindra tak lepas dari pemberitaan positif ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra yang lebih dikenal dengan sebutan 'Prabowo effect'.
"Tentunya bukan hanya media sosial, tapi itu salah satunya. Jadi peran Prabowo effect itu sangat besar, diantara peran itu karena dengan media sosial online twitter kami," kata pria yang akrab dipanggil Rino, di DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (12/3/2014).
"Saya pikir hanya 5% peran media sosial yang buat, tapi malah mencapai 10 sampai 20 persen. Itu diketahui saat menjadi trending topic dan saat quick count Gerindra menempati urutan 3 teratas," sambung dia.
Dia mengungkapkan, peran media sosial tersebut menjadi jembatan komunikasi antara publik dengan Prabowo. Saat publik ingin menanyakan langsung tentang Gerindra atau Prabowo melalui twitter dan facebook, akan dijawab secara detail.
Ketika ada black campaign atau kampanye hitam yang menyudutkan Gerindra dan Prabowo, media sosial resmi Gerindra itu akan menjawab dengan sabar dan rinci beserta datanya.
"Kita sudah lama tetapkan media resmi Gerindra ini sejak 2009. Nah kita sudah siapkan jawaban-jawaban baik black campaign atau tidak. Kita jawab satuper satu dan kita nggak marah-marah. Kita berikan fakta dari sumber yang jelas. Jika tidak puas, silakan teliti sendiri. Jadi semua pertanyan black campaign kami siapkan semua jawabannya secara sistematis," papar Rino.
Advertisement