Di pertandingan pertama, Persik Kediri mampu menunjukkan kualitasnya dengan mengatasi perlawanan Persmin Minahasa dengan keunggulan cukup telak 3-1 (2-0). Begitu kick-off babak pertama, anak-anak asuhan Daniel Rukito langsung menggebrak pertahanan Minahasa. Hanya dalam waktu 12 menit, Persik hampir menciptakan gol pertama. Sayang tendangan kapten tim Harianto dari dalam kotak penalti melambung di atas mistar gawang. Padahal kiper Hendra telah out of position mengadang gerak laju bola hasil umpan Khusnul Yuli yang melakukan penetrasi ke sebelah kanan pertahanan Minahasa.
Enam menit kemudian barulah Macan Putih mengaum untuk pertama kali lewat bombernya Christian Gonzalez. Gol ini tercipta berkat upaya Ebi Sukore yang membantu penyerangan.Unggul 1-0 membuat Persik semakin menjadi-jadi melakukan serangan. Di menit ke-24, giliran Yuli yang menggandakan kemenangan. Gol ini pun lagi-lagi merupakan andil Ebi Sukore. Kedudukan 2-0 bertahan hingga waktu jeda tiba.
Di babak kedua, pasukan Joko Malis berupaya keras mengejar ketertinggalan. Di menit ke-60 sebenarnya Persmin mampu memperkecil ketinggalan. Sayang gol bersih dari Eugene Gray dianulir wasit karena Gray dianggap lebih dulu berada dalam posisi off-side. Meski demikian, Daniel Campos dkk tak patah semangat. 20 menit sebelum bubaran harapan Persmin mulai terbuka setelah Jorge Toledo mampu menjebol gawang Wahyudi dari luar kotak penalti.
Anak-anak Minahasa semakin bersemangat. Namun, karena keasyikan menyerang, mereka lupa pertahanan. Hanya berselang enan menit, lewat serangan balik, Persik justru mampu memperbesar keunggulan lewat Ebi Sukore. Kedudukan 3-1 berhasi dipertahankan Aris Indarto dkk sampai akhir pertandingan.
Sementara itu, dalam pertandingan kedua, PSIS Semarang menuntaskan dendam kesumatnya terhadap Persekabpas Pasuruan. Begitu kick-off dimulai, Mahesa Jenar langsung menggebrak pertahanan Persekabpas Pasuruan. Dua kali kekalahan di tangan pasukan Subangkit di kompetisi reguler benar-benar membakar semangat Emmanuel de Porras dkk.