Sampah Menggunung di Ciracas, Warga Ngeluh Terserang Penyakit

Pembakaran sampah setiap hari menyebabkan warga alami sesak nafas. Selain itu juga banyak anak-anak terkena muntaber.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 08 April 2014, 12:03 WIB
Suasana TPA Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Lokasi ini dibuka sejak tahun 1995 diperkirakan akan penuh pada tahun 2012 dengan volume sampah yang ditampung mencapai 300-350 Ton perhari.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Tumpukan sampah di RW 10, Ciracas, Jakarta Timur sangat mengkhawatirkan. Selain bau tak sedap, tumpukan sampah menyebabkan warga menderita berbagai penyakit, seperti sesak nafas dan muntaber.

Sampah itu berada di atas lahan 3 hektar dengan tinggi mencapai 1 meter. Sesak nafas yang dialami warga itu lantaran terkena asap. Sebab, sampah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar itu setiap hari dibakar.

"Wilayah ini jadi kumuh, bau, kelihatan nggak tertata. Lalat juga banyak jadi warga kena muntaber. Belum lagi, sampah yang setiap hari dibakar, warga di sini jadi sering ngeluh sesak nafas," kata salah seorang warga, Hambali di lokasi, Selasa (8/4/2014).

Ratusan warga di lingkungan itu terpaksa membuang sampah di lahan itu, karena tidak ada TPS resmi di sekitar lokasi. TPS terdekat ada di Kelapa Dua Wetan, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari permukiman warga.

"Kami sudah minta supaya sampah cepat diangkut, tapi alasannya tidak ada akses jalan masuk mobil. Ya biar nggak terus numpuk, terpaksa kami bakar," lanjut Hambali.

Padahal, Hambali bersama warga lainnya sudah meminta pemerintah menyediakan TPS di lingkungan RW 10. Dirinya berharap, lahan dengan luas total 10 hektar itu dibeli pemerintah, sebagai ruang terbuka hijau.

"Daripada jadi tempat buang sampah, lebih baik buat ruang terbuka hijau. Jadi nggak kumuh dan buat penyakit," pungkas Hambali. (Raden Trimutia Hatta)

Baca juga:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya