Ubah Sistem SMANU MHT, Ahok: Nggak Mau Lagi Masuk NEM Tinggi

Menurut Ahok, sistem penerimaan SMAN Unggulan Mohammad Husni Thamrin (SMANU MHT) sekarang ini tidak adil, khususnya bagi anak kurang mampu.

oleh Andi Muttya KetengDiterbitkan 02 April 2014, 17:45 WIB
Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI berencana mengubah sistem penerimaan SMAN Unggulan Mohammad Husni Thamrin (SMANU MHT), yang berlokasi di Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sehingga sekolah asrama itu dapat menerima siswa keluarga miskin, meski dengan nilai Ujian Nasional (UN) pas-pasan.

"Rencananya kita mau coba ubah SMAN Unggulan MHT. Jadi kita nggak mau lagi masuk sekolah tersebut melalui tes nilai NEM (UN) tertinggi, nanti orang kaya saja yang masuk,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Sebab menurut Ahok, sistem penerimaan siswa seperti itu tidak adil. Khususnya bagi siswa keluarga kurang mampu. Sebab, tingkatan IQ siswa dari keluarga kaya dengan siswa dari keluarga miskin terkadang berbeda.

Hal itu, lanjut Ahok, berdasarkan anggapan bahwa siswa kalangan keluarga mampu mendapatkan gizi cukup dan memiliki akses peluang belajar tinggi. Dibandingkan dengan siswa dari keluarga tidak mampu.

"Misalnya di Johar Baru, rumah 1 meter persegi ditinggalin 17 orang. Gimana mau belajar? Pas emak bapaknya mau pacaran, anaknya diusir keluar rumah,” ujar Ahok.

Bangun Sekolah Asrama

Selain itu, Pemprov DKI juga rencananya akan memperbanyak pembangunan sekolah asrama. Khususnya di kawasan Tangerang dan wilayah di luar Jakarta.

Sekolah asrama tersebut rencananya khusus untuk calon peserta didik dari keluarga miskin yang biaya kebutuhan sekolah nantinya ditangung Pemprov DKI. "Makanya, selain kita taruh di sekolah MHT, kita perlu bangun di Tangerang atau luar Jakarta."

"Ini yang mau kita ciptakan untuk menolong anak-anak yang tinggal di pemukiman padat, yang tidak punya masa depan. Dinas Pendidikan akan hitung dulu. Dan SMANU MHT akan diujicoba tahun ini bisa nggak tes seperti itu atau tidak," papar Ahok.

SMANU MHT diresmikan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Juli 2009 silam dan diperuntukkan bagi para calon siswa dengan kemampuan IQ minimal 120, lulus tes akademik dan tes psikologi.

Sekolah asrama itu juga merupakan sekolah yang dirancang khusus dengam berbasis penguatan mata pelajaran hard science. Seperti matematika, fisika, kimia dan biologi, dengan beban belajar rintisan sistem SKS (Satuan Kredit Semester).

Selain itu, sekolah ini juga menerapkan kurikulum Cambridge dalam rangka persiapan sertifikasi Internasional.

Baca juga:

Ahok Pilih Perusahaan Jerman untuk Bersihkan Monas

Ahok Pastikan PKL di Halte akan Ditertibkan, Tapi...

Soal PKL, Ahok: Lebih Gampang ke Medan Merdeka

Nilai Kebijakan Pemerintah Timpang, Ahok: Tunggu Presiden Baru

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya