Disebut-sebut Jadi Cawapres, Jimly: Jangan <i>Ge-er</i>

Isu pengusungan sebagai cawapres enggan ditanggapi Jimly. Jimly melihat ini bagian permainan politik, sehingga tidak perlu ditanggapi.

oleh Tia FitriyyahDiterbitkan 30 Maret 2014, 14:16 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jimly Asshiddiqie dan Siti Fadilah Supari usai bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie kerap terdengar di beberapa media massa, lantaran dianggap layak menjadi cawapres, menemani capres dari sejumlah parpol. Jimly tenang saja mendengarnya.

"Ya tenang-tenang ajalah. Ini kan ada 36 calon, jangan ge-er (gede rasa). Jangan juga terganggu. Ya biasa saja," kata Jimly ditemui dalam acara tablig akbar politik Islam di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (30/3/2014).

Menurut Jimly, ini merupakan bagian permainan politik, sehingga tidak perlu ditanggapi. Terkait adanya komunikasi dari parpol, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) itu mengaku sudah. Namun sebatas komunikasi biasa.

"Kalau orang partai ini ya kita dengar aja. Ya saya kan mengurus pemilu pasti ada ketemu. Senggolan-senggolan, salaman-salaman, canda-candaan. Ya mereka teman saya semua. Sama, semua ketua umum ya saya kenal," gurau Jimly.

Terkait minat menjadi cawapres pada Pemilu 2014, Jimly mengaku lebih memilih menjadi Ketua DKPP, yang mengurusi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu.

"Jadi cawapres? Kita ngurusin pemilu saja," pungkas Jimly seraya tertawa.

(Shinta Sinaga)

Baca juga:

Ketua DKPP: Kampanye di Rumah Ibadah itu Pidana

Jimly Asshiddiqie: Umat Islam Jangan Golput Saat Pemilu

Caleg Nyawer Penyanyi, Panwaslu Tegur Keras Partai Gerindra

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya