Liputan6.com, Jakarta - Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie kerap terdengar di beberapa media massa, lantaran dianggap layak menjadi cawapres, menemani capres dari sejumlah parpol. Jimly tenang saja mendengarnya.
"Ya tenang-tenang ajalah. Ini kan ada 36 calon, jangan ge-er (gede rasa). Jangan juga terganggu. Ya biasa saja," kata Jimly ditemui dalam acara tablig akbar politik Islam di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (30/3/2014).
Menurut Jimly, ini merupakan bagian permainan politik, sehingga tidak perlu ditanggapi. Terkait adanya komunikasi dari parpol, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) itu mengaku sudah. Namun sebatas komunikasi biasa.
"Kalau orang partai ini ya kita dengar aja. Ya saya kan mengurus pemilu pasti ada ketemu. Senggolan-senggolan, salaman-salaman, canda-candaan. Ya mereka teman saya semua. Sama, semua ketua umum ya saya kenal," gurau Jimly.
Terkait minat menjadi cawapres pada Pemilu 2014, Jimly mengaku lebih memilih menjadi Ketua DKPP, yang mengurusi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu.
"Jadi cawapres? Kita ngurusin pemilu saja," pungkas Jimly seraya tertawa.
Advertisement
(Shinta Sinaga)
Baca juga:
Ketua DKPP: Kampanye di Rumah Ibadah itu Pidana
Jimly Asshiddiqie: Umat Islam Jangan Golput Saat Pemilu
Caleg Nyawer Penyanyi, Panwaslu Tegur Keras Partai Gerindra